KPK Bidik Proyek Stadion Swarna Bhumi, Dugaan Korupsi Rp250 M Terungkap

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Korupsi Proyek Rp250 M, Stadion Swarna Bhumi Jambi Jadi Perhatian KPK.(Ist-net)

Dugaan Korupsi Proyek Rp250 M, Stadion Swarna Bhumi Jambi Jadi Perhatian KPK.(Ist-net)

JAKARTA, jentik.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Stadion Swarna Bhumi di Provinsi Jambi senilai Rp250 miliar dari APBD.

Laporan dugaan penyimpangan itu masuk dari kelompok Amanah Rakyat Indonesia (AMATIR) pada awal Februari 2026. KPK langsung memverifikasi aduan dengan mengumpulkan data dan meminta keterangan dari sejumlah pihak.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan lembaganya aktif menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. “Kami kumpulkan informasi dan bahan keterangan sebagai bagian dari proses awal,” ujarnya.

Proyek stadion yang berdiri di Kabupaten Muaro Jambi itu dikerjakan PT SCM dengan nilai kontrak sekitar Rp244,9 miliar dan masa kerja 690 hari. Kontraktor menyerahkan hasil pekerjaan pada Januari 2025.

Baca Juga :  Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”

Pelapor menilai pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Mereka menemukan dugaan kekurangan struktur tribun di sisi utara dan selatan seluas sekitar 16.800 meter persegi. Dugaan itu berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.

Beberapa pejabat teknis dan kepala daerah turut dilaporkan, termasuk Gubernur Jambi, Al Haris. Hingga kini, pihak yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi.

Selain KPK, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga mengkaji proyek tersebut. Lembaga itu menelusuri dugaan persekongkolan dalam tender proyek multiyears.

Baca Juga :  Kerinci Bidik Pasar Eropa, Bupati Monadi Targetkan 1 Juta Bibit Kulit Manis

Kepala Kanwil II KPPU, Wahyu Bekti Anggoro, mengungkapkan adanya indikasi koordinasi tidak wajar antarperusahaan saat lelang berlangsung. Praktik tersebut bisa memicu pembengkakan anggaran dan menurunkan kualitas pekerjaan.

KPPU kini melakukan kajian awal sesuai kewenangannya.

KPK menegaskan proses penanganan laporan masih berada pada tahap telaah. Lembaga itu menjaga kerahasiaan perkembangan kasus dan hanya menyampaikan hasilnya kepada pelapor sesuai aturan.

Kasus ini menyita perhatian publik karena nilai proyek yang besar dan peran stadion sebagai infrastruktur olahraga di Jambi. Hingga kini, KPK belum meningkatkan perkara ke tahap penyidikan resmi. (nr*)

Berita Terkait

Desa Aur Duri Cetak Prestasi, Raih Nilai 94 dalam Penilaian Desa Antikorupsi
Satgas PKH Sikat Tambang Emas Ilegal di TNKS, Kerusakan Hutan Capai 119 Hektare
Jelang HUT ke-18, Wali Kota Sungai Penuh Ancam Viralkan Warga yang Buang Sampah Sembarangan
Bonus Fantastis! Pemkab Kerinci Guyur Juara MTQ dengan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Jambi Amrizal Ditahan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Keterangan Ijazah
Hujan Deras Picu Banjir di Padang Pariaman, Rumah Warga dan Dapur MBG Ikut Kebanjiran
Pendidikan Suku Talang Mamak Jadi Perhatian, BPMP Jambi Siapkan Program Kelas Bergerak
PPPK Paruh Waktu Pekanbaru Bersiap! Pemkot Targetkan Status Penuh Waktu Januari 2027
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 15:57 WIB

Desa Aur Duri Cetak Prestasi, Raih Nilai 94 dalam Penilaian Desa Antikorupsi

Sabtu, 7 November 2026 - 21:59 WIB

Satgas PKH Sikat Tambang Emas Ilegal di TNKS, Kerusakan Hutan Capai 119 Hektare

Sabtu, 7 November 2026 - 20:55 WIB

Jelang HUT ke-18, Wali Kota Sungai Penuh Ancam Viralkan Warga yang Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:46 WIB

Bonus Fantastis! Pemkab Kerinci Guyur Juara MTQ dengan Hadiah Rp40 Juta

Sabtu, 7 November 2026 - 16:38 WIB

Anggota DPRD Jambi Amrizal Ditahan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Keterangan Ijazah

Berita Terbaru