Pancasila: Ideologi yang Hidup, Berakar Dari Kearifan Lokal Bukan Sekadar Pajangan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni semestinya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi mendalam tentang relasi manusia dengan budaya, alam, dan spiritualitas yang berakar pada kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni semestinya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi mendalam tentang relasi manusia dengan budaya, alam, dan spiritualitas yang berakar pada kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

Jakarta, jentik.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni semestinya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi mendalam tentang relasi manusia dengan budaya, alam, dan spiritualitas yang berakar pada kearifan lokal.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

Setiap tahun, masyarakat Indonesia berdiri tegap di lapangan upacara, menyimak pembacaan teks Pancasila dengan khidmat. Pidato-pidato kebangsaan menggema dari pusat pemerintahan hingga sekolah-sekolah di pelosok negeri.

Namun, setelah rangkaian upacara berakhir, muncul sebuah pertanyaan mendasar: apakah Pancasila benar-benar hidup dalam denyut kehidupan bangsa, atau justru telah menyusut menjadi simbol seremonial semata?

Sejarah mencatat bahwa Pancasila tidak pernah dirancang sebagai teks mati yang hanya dibaca dalam acara resmi. Para pendiri bangsa merumuskannya sebagai fondasi filosofis dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menyebut Pancasila sebagai Philosophische Grondslag (dasar filsafat) sekaligus Weltanschauung (pandangan dunia) yang digali dari nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara.

Karena itu, Pancasila sejatinya merupakan living ideology atau ideologi yang hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan setiap zaman. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi rangkaian kalimat yang dihafalkan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 1Juni di Gedung Pancasila

Namun, realitas sosial saat ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara nilai ideal yang terkandung dalam Pancasila dengan praktik kehidupan sehari-hari.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, kerap dipersempit menjadi identitas administratif semata, sementara praktik intoleransi dan diskriminasi masih ditemukan di berbagai daerah.

Demikian pula sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Di tengah perkembangan teknologi informasi, ruang digital justru sering dipenuhi ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), dan menurunnya empati sosial

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan belum sepenuhnya menjadi landasan dalam interaksi masyarakat.

Pada sisi lain, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia masih menjadi pekerjaan besar bangsa. Ketimpangan ekonomi antara kelompok masyarakat kaya dan miskin, serta kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, masih menjadi tantangan yang harus diatasi secara serius

Ketika Pancasila hanya dihafalkan demi memenuhi tuntutan akademik atau formalitas birokrasi, sesungguhnya ideologi bangsa sedang mengalami proses domestikasi.

Baca Juga :  Kemendagri Ingatkan Pemda  Waspada Terhadap Inflasi Tidak Ada Alasan Lengah

Pancasila kehilangan daya transformasinya dan berisiko menjadi sekadar simbol yang hadir dalam upacara, tanpa makna nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Padahal, kekuatan Pancasila terletak pada kemampuannya untuk diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari. Nilai gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, keadilan, musyawarah, serta kepedulian sosial harus diwujudkan dalam kebijakan publik maupun perilaku warga negara.

Momentum Hari Lahir Pancasila hendaknya menjadi pengingat bahwa ideologi bangsa tidak cukup hanya diperingati, tetapi harus dihidupi.

Pancasila akan tetap relevan selama nilai-nilainya menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, mulai dari polarisasi sosial, disrupsi teknologi, hingga ketimpangan ekonomi.

Dengan demikian, menjaga Pancasila bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sebab, Pancasila yang hidup adalah Pancasila yang hadir dalam tindakan, memperkuat persatuan di tengah keberagaman, serta menjadi kompas moral bagi perjalanan bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, harmonis, dan bermartabat.(asy*).

Berita Terkait

Kejagung Bentuk Tujuh Kejari Baru, Segera Tunjuk Pejabat Dan Siapkan Kantor Sementara
Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Pengamat Soroti 11 Pejabat yang Berpotensi Diganti
Kepala BGN Prioritaskan Evaluasi Standar Bahan Baku MBG untuk Perkuat Keamanan Pangan
Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan
Oknum Kades Baru Air Hangat Dikabarkan Tak Lagi Aktif Usai Terbit LHP Inspektorat, Keberadaannya Belum Diketahui
Kapolri Rotasi 190 Kapolres Se-Indonesia, Bagian dari Penguatan Organisasi dan Pembinaan Karier
Tak Peduli Warga Bukit Kerman Patungan Perbaiki Jalan Kabupaten, Hampir 10 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan.
MenPANRB Rini Bersama KPK Rancang Program ASN Berintegritas, Perkuat Nilai Antikorupsi di Kalangan Aparatur
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:29 WIB

Kejagung Bentuk Tujuh Kejari Baru, Segera Tunjuk Pejabat Dan Siapkan Kantor Sementara

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:36 WIB

Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Pengamat Soroti 11 Pejabat yang Berpotensi Diganti

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:10 WIB

Kepala BGN Prioritaskan Evaluasi Standar Bahan Baku MBG untuk Perkuat Keamanan Pangan

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:08 WIB

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:24 WIB

Oknum Kades Baru Air Hangat Dikabarkan Tak Lagi Aktif Usai Terbit LHP Inspektorat, Keberadaannya Belum Diketahui

Berita Terbaru