SIMPANG EMPAT, jentik.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat mencatat 544 kasus tuberkulosis (TBC) selama Januari hingga 21 Juli 2026. Sebanyak 539 kasus termasuk TBC sensitif obat, sedangkan lima kasus lainnya merupakan TBC resistan obat.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, mengatakan pihaknya terus meningkatkan penanganan melalui skrining, pengobatan, dan edukasi kesehatan.
Petugas kesehatan memeriksa kontak serumah, kontak erat, serta masyarakat yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tim juga menyasar kelompok berisiko, termasuk warga binaan di Lapas Kelas III Talu.
Tenaga kesehatan memberikan obat TBC sesuai standar tanpa biaya. Petugas juga membagikan obat pencegahan kepada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien untuk mengurangi risiko penularan.
Gina meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami batuk berdahak selama lebih dari dua minggu. Ia juga mengajak warga menerapkan pola hidup sehat dan menghindari rokok. Bakteri Mycobacterium tuberculosis menjadi penyebab utama penyakit TBC.
Dinas Kesehatan terus memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di seluruh puskesmas. Program ini membantu tenaga kesehatan menemukan penyakit lebih awal sehingga mereka dapat segera memberikan penanganan.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Langkah tersebut membantu menekan penyebaran TBC sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat. (nr*)









