128 Napi Rutan Sungai Penuh Dapat Remisi Idul Fitri, Kasus Narkotika Paling Banyak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan remisi di Rutan Sungaipenuh beberapa waktu yang lalu.

Penyerahan remisi di Rutan Sungaipenuh beberapa waktu yang lalu.

Sungai Penuh, jentik.id – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah membawa kabar baik bagi warga binaan di Rutan Kelas II B Sungai Penuh. Sebanyak 128 narapidana menerima remisi khusus berupa pengurangan masa hukuman.

Petugas memberikan remisi kepada warga binaan yang memenuhi syarat administratif serta menunjukkan perilaku baik dan disiplin selama menjalani pembinaan.

Kepala Kesatuan Pelayanan Tahanan Rutan Sungai Penuh, Oki Aprianto, menyampaikan bahwa pihaknya mengajukan 128 nama dan semuanya lolos verifikasi.

“Semua yang kami usulkan diterima tanpa penolakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Penuh Haru! Ny. Sri Kartini Alfin Turun Langsung Temui Pasien Cuci Darah

Namun, tidak ada warga binaan yang langsung bebas. Pengurangan masa hukuman belum cukup untuk mengakhiri masa pidana mereka.

Dari total penerima remisi, sebanyak 84 orang tersangkut kasus narkotika. Selain itu, satu orang berasal dari kasus korupsi, dan 43 lainnya dari pidana umum.

Data ini menunjukkan kasus narkotika masih mendominasi di dalam rutan.

Oki menegaskan bahwa remisi tidak sekadar mengurangi masa hukuman. Pemerintah memberikan penghargaan ini kepada warga binaan yang berupaya memperbaiki diri.

Baca Juga :  Lapas Jambi Bersih-Bersih, 29 Narapidana High Risk Dikirim ke Nusakambangan

“Remisi ini menjadi motivasi agar mereka terus berperilaku baik dan aktif mengikuti pembinaan,” jelasnya.

Program remisi Idul Fitri menjadi agenda rutin pemerintah setiap tahun. Selain memberi keringanan, program ini juga mendorong proses pembinaan dan memperkuat kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

Di sisi lain, kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang lebih humanis dalam sistem pemasyarakatan. Pemerintah tidak hanya menghukum, tetapi juga membina agar warga binaan dapat memperbaiki diri dan berkontribusi kembali di tengah masyarakat. (nr*)

Berita Terkait

Wawako Azhar Dukung Petani, Pemkot Sungai Penuh Perkuat Sinergi Pertanian
Pemkot Sungai Penuh Jajaki Kerja Sama dengan UNRI untuk Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik
Wali Kota Alfin Lepas 41 Peserta Kafilah Sungai Penuh Menuju MTQ ke-55 Provinsi Jambi
Elviana Petani Selalu Berada dalam Posisi Dirugikan, Peran Strategis Tani Merdeka Harus Diperkuat
Generasi Muda Angkat Bahasa Kerinci, Pelajar Sungai Penuh Adu Bakat di FTBI 2026
Longsor Kembali Terjadi di Desa Pelayang Raya, Sebagian Bahu Jalan Tertimbun Material Tanah
Wali Kota Alfin Ajak Cassia Coop Perkuat Investasi Berkelanjutan di Sungai Penuh
Wako Alfin Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Sungai Penuh
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Wawako Azhar Dukung Petani, Pemkot Sungai Penuh Perkuat Sinergi Pertanian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Pemkot Sungai Penuh Jajaki Kerja Sama dengan UNRI untuk Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Wali Kota Alfin Lepas 41 Peserta Kafilah Sungai Penuh Menuju MTQ ke-55 Provinsi Jambi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Generasi Muda Angkat Bahasa Kerinci, Pelajar Sungai Penuh Adu Bakat di FTBI 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Longsor Kembali Terjadi di Desa Pelayang Raya, Sebagian Bahu Jalan Tertimbun Material Tanah

Berita Terbaru