Gempa 7,7 M Rusak Bandara Frans Sales Lega, Penerbangan Dihentikan Sementara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kerusakan di Bandara Frans Sales Ruteng usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kondisi kerusakan di Bandara Frans Sales Ruteng usai gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

MANGGARAI, jentik.id – Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo merusak Bandara Frans Sales Lega di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. Guncangan merusak sejumlah bagian terminal bandara.

Panel atap dan beberapa genting terlepas. Material tersebut kemudian jatuh di sekitar bangunan. Sejumlah dinding terminal juga mengalami retakan.

Meski demikian, landasan pacu belum mengalami kerusakan yang mengganggu operasional. Petugas tetap menghentikan sementara seluruh penerbangan untuk memastikan keamanan fasilitas.

Baca Juga :  Al Haris Buka Pintu untuk BAMAG LKK Jambi, Siap Hadiri Pelantikan Pengurus

Saat gempa terjadi, petugas yang berjaga langsung mencari tempat aman. Mereka kemudian melakukan evakuasi secara mandiri.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Frans Sales Lega, Punto Widaksono, mengatakan tim teknis masih memeriksa kondisi bandara.

Petugas mengecek struktur bangunan, jaringan listrik, hingga peralatan navigasi. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas aman sebelum penerbangan kembali berjalan.

“Kami belum bisa memastikan kapan operasi kembali normal sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar,” ujar Punto.

Gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo. Gempa berada pada kedalaman 15 kilometer dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Baca Juga :  Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Perjalanan dari Sungai Penuh Bisa Jauh Lebih Singkat

BMKG kemudian mencabut peringatan tsunami tersebut.

Selain bandara, guncangan juga terasa kuat hingga Ruteng. Sejumlah bangunan lain turut mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya berada di kawasan Unika Santu Paulus, gedung pemerintahan, dan gereja.

Pihak berwenang meminta masyarakat dan calon penumpang mengikuti informasi resmi. Jadwal penerbangan dapat berubah selama proses pemeriksaan berlangsung. (nr*)

Berita Terkait

Petani Sungai Penuh Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Hujan Deras
Sekda Alpian Pimpin Forum JKN, Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Kualitas Udara Kurang Baik, Warga Sungai Penuh Diimbau Pakai Masker Saat Keluar Rumah
Budaya Bungo Jadi Sorotan, Sekda Alpian Hadiri Festival Jambi Elok Nian
Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”
Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare, Ketapang Jadi Daerah Terparah
Al Haris Buka Pintu untuk BAMAG LKK Jambi, Siap Hadiri Pelantikan Pengurus
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 78 Orang, Hampir 96 Ribu Warga Mengungsi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Petani Sungai Penuh Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Hujan Deras

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Sekda Alpian Pimpin Forum JKN, Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Kualitas Udara Kurang Baik, Warga Sungai Penuh Diimbau Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Budaya Bungo Jadi Sorotan, Sekda Alpian Hadiri Festival Jambi Elok Nian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”

Berita Terbaru