JAMBI, jentik.id – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus tawuran geng motor yang menewaskan remaja 16 tahun di sekitar WTC Jambi, Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Korban berinisial MDH meninggal setelah terlibat bentrokan antarkelompok remaja. Dua aliansi geng motor bertemu sekitar pukul 04.00 WIB dan terlibat perkelahian.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan penyidik menemukan sejumlah fakta baru dalam penyelidikan kasus tersebut.
Hasil autopsi menunjukkan empat luka tusuk akibat senjata tajam pada tubuh MDH. Polisi juga menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban.
Tawuran Bermula dari Media Sosial
Erlan menjelaskan, para remaja memulai aksi tersebut melalui ajakan di media sosial. Kelompok-kelompok itu kemudian bertemu di sekitar WTC Jambi dan terlibat bentrokan.
Polisi juga menemukan kode yang digunakan para remaja untuk mengajak kelompok lain melakukan tawuran.
Mereka menggunakan huruf “R” sebagai kode untuk kata “ribut”. Para remaja mengunggah kode tersebut melalui story Instagram untuk menantang kelompok lain.
Polisi menemukan salah satu unggahan ajakan tersebut berasal dari akun @gandaria.katcaw21. Anggota kelompok lain kemudian melihat unggahan itu dan merespons tantangan tersebut.
Dua Kelompok Saling Menantang
Setelah melihat unggahan di media sosial, kedua kelompok saling menantang. Mereka kemudian menentukan kawasan WTC Jambi sebagai lokasi pertemuan.
Dua aliansi geng motor akhirnya bertemu dan terlibat perkelahian. Bentrokan tersebut menyebabkan MDH mengalami luka serius akibat senjata tajam hingga akhirnya meninggal dunia.
Polisi masih mendalami kasus tersebut. Penyidik juga menelusuri komunikasi di media sosial untuk mengetahui rangkaian ajakan yang memicu bentrokan.
Kasus ini menunjukkan bahwa para remaja dapat memanfaatkan media sosial untuk mengajak kelompok lain berkumpul dan melakukan tawuran. Polisi pun terus mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam aksi yang menewaskan MDH tersebut. (nr*)









