Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare, Ketapang Jadi Daerah Terparah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis luasan lahan terbakar dampak karhutla di sejumlah daerah di Kalbar (Antara / HO : BPBD Kalbar)

Infografis luasan lahan terbakar dampak karhutla di sejumlah daerah di Kalbar (Antara / HO : BPBD Kalbar)

PONTIANAK, jentik.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) telah membakar area seluas 38.310,86 hektare sejak Januari hingga Agustus 2026.

Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, menyampaikan data tersebut di Pontianak, Jumat (21/8/2026).

Daniel mengatakan sejumlah kabupaten menjadi perhatian karena kebakaran di wilayah tersebut cukup luas dan turut memicu munculnya kabut asap.

Kabupaten Ketapang mencatat area terbakar paling luas, yakni sekitar 12.443 hektare. Selanjutnya, Kubu Raya mencapai 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas sekitar 2.318 hektare.

Menurut Daniel, sebagian wilayah tersebut memiliki lahan gambut yang mudah terbakar dan dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar ketika terbakar.

Sembilan Kabupaten Tetapkan Status Siaga

Pemprov Kalbar telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi meluasnya karhutla. Pemerintah provinsi menetapkan status siaga darurat bencana asap setelah sejumlah kabupaten dan kota lebih dulu menetapkan status siaga.

Baca Juga :  Gegara Penilaian Kontroversial, MPR RI Copot Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar

Daniel menyebut setidaknya sembilan kabupaten di Kalbar telah menetapkan status siaga untuk menghadapi ancaman karhutla dan dampak asap.

Pemprov Kalbar juga menggelar apel kesiapsiagaan untuk memastikan personel, peralatan, dan berbagai sarana pendukung siap digunakan dalam penanganan karhutla.

Selain itu, BPBD menjalankan patroli darat secara terpadu. Kegiatan tersebut melibatkan TNI, Polri, Brigade Karhutla UPT KPH, Manggala Agni, perusahaan swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), desa tangguh bencana, serta sejumlah instansi terkait.

BNPB Kerahkan Dukungan Udara

Penanganan karhutla di Kalbar juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB mengerahkan helikopter patroli untuk memantau titik panas dan titik api yang tidak terjangkau patroli darat. Pemerintah juga menggunakan helikopter water bombing untuk membantu pemadaman di lokasi kebakaran.

Baca Juga :  50 Bus Ludes Terbakar di Pangkalan Bekasi, Api Berkobar hingga Pagi

Selain pemantauan dan pemadaman dari udara, pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan.

Daniel menjelaskan, operasi modifikasi cuaca telah berlangsung sejak April 2026. Namun, tim tidak bisa menjalankan operasi tersebut setiap saat karena pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer.

BMKG terlebih dahulu memantau potensi pertumbuhan awan yang memungkinkan tim melakukan penyemaian. Jika kondisi awan tidak mendukung, operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan.

Dengan luas area terbakar yang sudah mencapai lebih dari 38 ribu hektare, BPBD Kalbar terus memperkuat penanganan melalui patroli darat, pemantauan udara, pemadaman, serta operasi modifikasi cuaca ketika kondisi atmosfer memungkinkan. (nr*)

Berita Terkait

Petani Sungai Penuh Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Hujan Deras
Sekda Alpian Pimpin Forum JKN, Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Kualitas Udara Kurang Baik, Warga Sungai Penuh Diimbau Pakai Masker Saat Keluar Rumah
Budaya Bungo Jadi Sorotan, Sekda Alpian Hadiri Festival Jambi Elok Nian
Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”
Al Haris Buka Pintu untuk BAMAG LKK Jambi, Siap Hadiri Pelantikan Pengurus
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 78 Orang, Hampir 96 Ribu Warga Mengungsi
Pemkot Sungai Penuh Komitmen Raih Predikat Kota Adipura 2028
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Petani Sungai Penuh Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Hujan Deras

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Sekda Alpian Pimpin Forum JKN, Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Kualitas Udara Kurang Baik, Warga Sungai Penuh Diimbau Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Budaya Bungo Jadi Sorotan, Sekda Alpian Hadiri Festival Jambi Elok Nian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Tawuran Maut di WTC Jambi Dipicu Ajakan Medsos, Polisi Ungkap Kode “R”

Berita Terbaru