Rolex Makin Langka, Punya Uang Banyak Belum Tentu Bisa Beli

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria mengambil gambar replika model raksasa dari model baru Rolex penghuni daratan, pada hari pembukaan pameran jam tangan mewah

Seorang pria mengambil gambar replika model raksasa dari model baru Rolex penghuni daratan, pada hari pembukaan pameran jam tangan mewah "Watches and Wonders Geneva", di Jenewa, Swiss

Jakarta, jentik.id-Rolex tetap menjadi salah satu merek jam tangan mewah paling terkenal di dunia. Namun, konsumen tidak selalu bisa langsung membeli model yang mereka inginkan meski sudah menyiapkan dana.

Rolex memproduksi sekitar 1,15 juta jam per tahun. Meski jumlah produksi cukup besar, permintaan terhadap model tertentu terus meningkat. Kondisi itu membuat sejumlah konsumen harus menunggu lama melalui dealer resmi.

Tom Simpson, warga Australia yang tinggal di New York, mengalami situasi tersebut saat mencari Rolex untuk suaminya. Setelah mengunjungi beberapa butik, ia menemukan model yang disukai. Namun, salah satu dealer meminta riwayat pembelian sebelum memasukkannya ke daftar tunggu. Dealer lain juga tidak dapat memastikan kapan stok tersedia.

Baca Juga :  Profil Tiyo Ardianto, Aktivis Mahasiswa Kritis

Simpson akhirnya memilih pasar sekunder. Setelah melakukan riset, ia mendapatkan Rolex Submariner bezel hijau “Starbucks” dalam kondisi seperti baru. Ia membayar sekitar 15 persen lebih mahal daripada harga dealer resmi. Namun, ia memilih cara tersebut demi mendapatkan kepastian waktu.

Popularitas Rolex tidak hanya berasal dari kualitas jam. Merek ini juga membangun citra sebagai simbol kesuksesan dan prestise selama lebih dari satu abad.

Baca Juga :  Lele Mentah di Menu MBG Picu Polemik, SPPG Pamekasan Dihentikan Sementara

Permintaan mulai melampaui produksi sekitar 2017, menurut John Shmerler dari 1916 Company. Pandemi kemudian semakin meningkatkan minat terhadap barang mewah.

Data EveryWatch mencatat sekitar 2.500 Rolex bekas ditawarkan secara online setiap hari. Kondisi ini menunjukkan kuatnya permintaan terhadap Rolex, terutama model populer.

Karena itu, konsumen kini harus memilih antara menunggu melalui dealer resmi, mencari program certified pre-owned, atau membayar lebih di pasar sekunder. (nr*)

Berita Terkait

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga Perusahaan Berstatus PMA
Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla
Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Ditolak Anggota DPR, Dinilai Berisiko
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru
Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?
Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak
Survei CELIOS Tempatkan Bahlil di Posisi Bawah, Golkar Buka Data Kinerja ESDM
Program MBG Mulai Sasar Pesantren di Pulau Jawa pada Akhir Oktober 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga Perusahaan Berstatus PMA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak

Berita Terbaru