Survei CELIOS Tempatkan Bahlil di Posisi Bawah, Golkar Buka Data Kinerja ESDM

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada media di Kementerian ESDM,

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada media di Kementerian ESDM,

JAKARTA, jentik.id – Politikus Partai Golkar Eric Hermawan menanggapi survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di posisi terbawah dalam penilaian kinerja kabinet.

Eric meminta publik menilai kinerja Kementerian ESDM berdasarkan data terukur, termasuk investasi, produksi minyak, penerimaan negara, dan hilirisasi.

“Menempatkan angka persepsi sebagai vonis mutlak atas kinerja kementerian strategis adalah lompatan logika yang keliru,” kata Eric kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Anggota Komisi XI DPR RI itu menyoroti peningkatan ekspor produk turunan nikel sebagai salah satu indikator hilirisasi. Menurutnya, nilai ekspor naik dari sekitar 3,3 miliar dolar AS pada 2017–2018 menjadi 34 miliar dolar AS pada 2023. Nilainya kemudian melampaui 40 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 45 miliar dolar AS pada 2026.

Baca Juga :  Viral di Medsos dan Spotify, Lagu MBG Bikin Bahlil Penasaran

Eric juga menyebut investasi sektor ESDM sepanjang 2025 mencapai 31,7 miliar dolar AS. Investasi tersebut mencakup minyak dan gas bumi, mineral dan batu bara, ketenagalistrikan, serta energi baru terbarukan.

Pada sektor produksi, lifting minyak bumi mencapai rata-rata 605,3 ribu barel per hari pada 2025, termasuk natural gas liquids (NGL). Angka itu setara dengan 100,05 persen dari target APBN sebesar 605 ribu barel per hari.

Baca Juga :  Subsidi Listrik Tembus Rp200 Triliun, Bahlil Andalkan PLTS 100 GW

Sementara itu, Kementerian ESDM mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp138,37 triliun atau 108,56 persen dari target Rp127,44 triliun.

Meski menyoroti capaian tersebut, Eric mengakui sektor ESDM masih menghadapi tantangan. Ia mendorong pemerintah memperkuat tata kelola lingkungan, mempercepat transisi energi terbarukan, dan membangun infrastruktur gas bumi.

Eric menegaskan evaluasi kebijakan perlu mempertimbangkan data terverifikasi, hasil kerja, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (nr*)

Berita Terkait

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga Perusahaan Berstatus PMA
Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla
Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Ditolak Anggota DPR, Dinilai Berisiko
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru
Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?
Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak
Program MBG Mulai Sasar Pesantren di Pulau Jawa pada Akhir Oktober 2026
Cak Imin Dorong Madrasah dan Pesantren Cetak Lulusan Siap Kerja dan Berwirausaha
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga Perusahaan Berstatus PMA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak

Berita Terbaru