JAMBI, jentik.id – Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi membawa berkah bagi pedagang. Sejumlah pelaku usaha meraup omzet hingga Rp3 juta sehari selama kegiatan berlangsung.
Bazar ini berlangsung di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Pedagang UMKM Raup Omzet hingga Rp3 Juta
Salah satu pedagang yang merasakan manfaat bazar ini adalah Ade, pemilik usaha Misoan Diva. Ia menilai kegiatan MTQH membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan.
Ade menjual berbagai produk makanan dan minuman. Produknya meliputi misoan, pempek, tekwan, hingga Thai tea. Dari usaha tersebut, ia mampu meraih omzet Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari.
“Alhamdulillah, omzet per hari bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta. Sejak Jumat hingga sekarang bazar ini cukup ramai dan memberikan dampak positif terhadap penjualan,” kata Ade.
Untuk mengikuti bazar selama sekitar 10 hari, Ade membayar biaya Rp3 juta. Biaya tersebut mencakup fasilitas tenda dan aliran listrik selama kegiatan.
Ia berharap pemerintah lebih sering menggelar bazar serupa. Dengan begitu, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen baru.
Disperindag Dorong Masyarakat Belanja Produk Lokal
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Jambi, Rita Erlina, menyampaikan hasil pemantauan selama tiga hari pertama menunjukkan penjualan pedagang cukup baik.
Meski begitu, beberapa stan masih membutuhkan tambahan pengunjung agar penjualannya meningkat.
Rita menjelaskan, produk makanan dan minuman masih menjadi daya tarik utama bazar. Namun, ia mengajak masyarakat membeli produk nonkuliner, seperti pakaian dan aksesori.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu seluruh pedagang menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan MTQH.
12 UMKM Binaan Dekranasda Ikut Berpartisipasi
Rita juga menyebut sekitar 12 UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) turut mengikuti bazar. Disperindag Kota Jambi mendampingi para pelaku usaha, termasuk dalam proses kurasi produk.
“Kami mengajak masyarakat meramaikan bazar hingga penutupan MTQH untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar produk lokal,” ujarnya.
Pemerintah Kota Jambi berharap bazar MTQH tidak hanya memeriahkan agenda keagamaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana promosi produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM. (nr*)









