Poli Jantung RSUD Sungai Dareh Tutup Sementara, Manajemen Buka Suara

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Manajemen RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, menyampaikan klarifikasi resmi terkait tidak beroperasinya sementara Poli Jantung

Manajemen RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, menyampaikan klarifikasi resmi terkait tidak beroperasinya sementara Poli Jantung

Dharmasraya, jentik.id– Manajemen RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, menghentikan sementara layanan Poli Jantung. Rumah sakit ini sebelumnya melayani warga Dharmasraya dan pasien luar daerah.

Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Fitra Neza, M.Kes, menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga pasien.

“Kami menghentikan sementara Poli Jantung karena dokter spesialis jantung mengikuti program fellowship. Program ini menjadi syarat operasional Cath Lab dan layanan kateterisasi,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Dokter spesialis tersebut akan menjalani fellowship kardiologi intervensi di Malaysia selama satu tahun mulai Maret 2026. RSUD membutuhkan kompetensi itu untuk mengoperasikan Cath Lab yang mendapat dukungan gedung dan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Kunjungi Dharmasraya, Vasko Bawa Bantuan untuk Masjid dan Pelajar

Setelah menyelesaikan pendidikan, rumah sakit dapat melakukan kateterisasi dan pemasangan ring (stent) jantung. Layanan ini memungkinkan pasien mendapat tindakan lebih cepat tanpa rujukan ke luar daerah.

Sejak Oktober, manajemen mencari dokter pengganti dengan menghubungi sejumlah wilayah di Sumatra Barat dan kabupaten sekitar. Hingga kini, rumah sakit belum menemukan dokter yang siap bertugas.

Pada Januari, manajemen berkoordinasi dengan Ketua PERKI Sumatra Barat. Namun, keterbatasan Surat Izin Praktik (SIP) membuat belum ada dokter yang bisa ditempatkan.

Baca Juga :  Kota Padang Prioritaskan Infrastruktur Usai Terima TKD 2026

Bupati Dharmasraya meminta manajemen segera mencari solusi. Pemerintah daerah juga mengajukan permintaan dokter melalui program PGDS ke Kementerian Kesehatan. Manajemen menargetkan dokter spesialis sudah tersedia pada April agar layanan kembali normal.

Sambil menunggu, RSUD melayani pasien jantung melalui Poli Penyakit Dalam. Dokter penyakit dalam menangani konsultasi, terapi, dan kontrol rutin. Untuk kasus yang memerlukan tindakan lanjutan, rumah sakit merujuk pasien sesuai prosedur.

Manajemen menegaskan komitmennya untuk segera menghadirkan dokter spesialis jantung agar layanan kembali optimal bagi masyarakat Dharmasraya dan sekitarnya. (nr*)

Berita Terkait

Wako Alfin Beri Pesan Kuat ke Mahasiswa Unja: Sukses Dimulai dari Konsistensi
Porum Bulog Bangun Gudang Beras Kapasitas 100 Ton di Kerinci
Gratis dan Modern! Ini Rute Bus Listrik Trans Bahagia Jambi dari Alam Barajo ke Rawasari
Bulog Teken Hibah Infrastruktur Pascapanen MOU Kab  Kerinci Dan Kab  Merangin
Duka Mendalam, Korban Asal Jambi dalam Kecelakaan KRL Bekasi Berhasil Diidentifikasi
Air Bersih Sulit, Jembatan Nyaris Putus! Beginilah Kondisi Warga Pascabanjir Merangin
Kemendagri Tegor Pemda Tidak Turun ke Pasar, Jangan Sekadar Hadir Rapat Inflasi
Wawako Azhar Tancap Gas di Forum Nasional ASWAKADA, Fokus Bangun Daerah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:00 WIB

Wako Alfin Beri Pesan Kuat ke Mahasiswa Unja: Sukses Dimulai dari Konsistensi

Rabu, 29 April 2026 - 22:20 WIB

Porum Bulog Bangun Gudang Beras Kapasitas 100 Ton di Kerinci

Rabu, 29 April 2026 - 15:00 WIB

Gratis dan Modern! Ini Rute Bus Listrik Trans Bahagia Jambi dari Alam Barajo ke Rawasari

Rabu, 29 April 2026 - 14:59 WIB

Bulog Teken Hibah Infrastruktur Pascapanen MOU Kab  Kerinci Dan Kab  Merangin

Rabu, 29 April 2026 - 11:00 WIB

Duka Mendalam, Korban Asal Jambi dalam Kecelakaan KRL Bekasi Berhasil Diidentifikasi

Berita Terbaru