Tempino Macet Total! Truk Batu Bara Terguling Sejak Subuh

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi truk fuso muatan batu bara yang terguling tepat di depan SPBU Tempino, Kecamatan Mestong, Muaro Jambi (Istimewa)

Kondisi truk fuso muatan batu bara yang terguling tepat di depan SPBU Tempino, Kecamatan Mestong, Muaro Jambi (Istimewa)

Jambi, jentik.com-Angkutan batu bara di Jambi kembali memicu sorotan setelah sebuah truk fuso bermuatan batu bara terguling di depan SPBU Tempino, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Truk itu melintang di badan jalan dan memutus arus lalu lintas dari dua arah. Kemacetan langsung mengular sejak subuh ketika warga mulai beraktivitas. Pengendara sepeda motor, mobil pribadi, dan truk logistik terjebak tanpa ruang melintas.

Insiden di jalur padat penghubung Kota Jambi–Muaro Jambi itu memperlihatkan lemahnya kontrol angkutan batu bara di jalan umum. Satu truk tumbang, arus transportasi publik langsung kolaps.

Baca Juga :  Pekerjaan Konstruksi Fisik Tol Palembang-Betung Capai 82 Persen

Warga di lokasi menyebut truk tersebut ikut dalam rombongan angkutan batu bara yang publik kenal dengan sebutan “Mak Nyak”. Truk itu diduga milik PT SGM dan membawa muatan menuju Cilegon.

Sopir meninggalkan lokasi tak lama setelah kejadian. Tindakan itu memicu pertanyaan soal tanggung jawab hukum.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Kukuhkan 30 Paskibraka Sungai Penuh untuk HUT ke-81 RI

Kasat Lantas Polres Muaro Jambi, AKP Yudha Bhara A Putra, membenarkan kecelakaan tunggal itu. Unit Gakkum Satlantas Polres Muaro Jambi turun ke lokasi, mengamankan jalur, dan mempercepat evakuasi truk agar lalu lintas kembali berjalan.

Rangkaian kecelakaan ini memperpanjang daftar persoalan angkutan batu bara di Jambi. Warga mendesak pemerintah dan aparat memperketat pengawasan serta menata jam operasional agar aktivitas industri tidak terus mengganggu keselamatan pengguna jalan. (nr*)

Berita Terkait

Retribusi Parkir Sungai Penuh Ditargetkan Rp500 Juta, Turun Dari Target Rp1,2 Miliar
35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:14 WIB

Retribusi Parkir Sungai Penuh Ditargetkan Rp500 Juta, Turun Dari Target Rp1,2 Miliar

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Berita Terbaru

Pengelola sampah terpadubl TPS3R

Manusia

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Maksimalkan TPS3R

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:39 WIB