Padang Panjang, jentik.id –Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumbar menegaskan komitmen memperkuat pembinaan generasi muda melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pendidikan dan revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan.
Hal itu disampaikan Walikota Hendri Arnis saat memimpin Tim Safari Ramadan (TSR) I di Masjid Hidayah, Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Jumat (27/2) malam.
Wako Hendri menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi remaja di era digital, mulai dari pergaulan bebas hingga kebiasaan merokok.
Ia menegaskan bahwa pengawasan dan pembinaan tidak dapat dibebankan semata kepada sekolah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.
“Orang tua harus membangun komunikasi yang intens dengan anak-anaknya. Ketahui lingkungan pergaulan mereka dan awasi penggunaan gawai. Pendidikan karakter dimulai dari rumah,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, pemko akan merevisi Perda Pendidikan untuk memperkuat aturan disiplin pelajar, termasuk larangan merokok. Satpol PP akan melakukan pengawasan rutin, dan bagi pelajar yang melanggar akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita ingin memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terarah. Pembentukan Satgas Pendidikan ini menjadi bagian dari upaya sistematis menjaga masa depan generasi muda,” tegasnya.
Selain pembinaan karakter, walikota mengajak generasi muda untuk memakmurkan masjid sebagai pusat pembentukan akhlak dan spiritualitas.
“Masjid harus menjadi ruang pembinaan moral. Dari sinilah lahir generasi Qurani yang berakhlak dan berdaya saing,” tambahnya.
Di bidang pembangunan, ia menyampaikan, tahapan Musrenbang 2027 telah dimulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan. Setiap RT diberikan alokasi program Rp150 juta untuk dirumuskan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ini bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam menentukan arah pembangunan. Kita ingin pembangunan benar-benar lahir dari aspirasi warga,” jelasnya.
Hendri kembali menekankan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kekuatan moral dan karakter masyarakatnya.
“Kemajuan kota ini harus berjalan seiring dengan kemajuan akhlak warganya. Dengan persatuan, kepedulian, dan peran aktif semua pihak, kita optimistis Padang Panjang akan semakin maju, religius, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah kota menyerahkan bantuan sebesar Rp30 juta untuk mendukung operasional dan pembangunan Masjid Hidayah, serta bantuan dari Bank Nagari sebesar Rp2,5 juta.
Ketua Pengurus Masjid Hidayah, M Nur Idris menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota dan menyatakan komitmen untuk memanfaatkan bantuan tersebut bagi pengembangan TPA dan kegiatan keagamaan.
Safari Ramadan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD, Mardiansyah, unsur Forkopimda, kepala OPD, Baznas, serta jajaran kecamatan dan kelurahan. (syam)









