Padang Panjang, jentik.id – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Minggu (1/3) sore. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.391 meter di atas permukaan laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pukul 15.11 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ilhamdi Saputra, menyatakan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah tenggara.
Seismograf merekam amplitudo maksimum 29,8 mm dan gempa letusan berlangsung sekitar 68 detik. Data tersebut menunjukkan energi vulkanik cukup kuat saat erupsi terjadi.
Petugas segera mengeluarkan rekomendasi keselamatan. Otoritas melarang warga, wisatawan, dan pendaki beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek sampai pemberitahuan berikutnya.
Warga juga perlu mengantisipasi potensi lontaran material pijar dan ancaman banjir lahar, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung. Hujan deras dapat meningkatkan risiko tersebut.
Abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan seperti ISPA. Petugas mengimbau masyarakat memakai masker saat hujan abu turun di wilayah masing-masing.
Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam terus memperkuat koordinasi dengan Badan Geologi di Bandung serta PGA Marapi agar informasi terbaru tersampaikan cepat dan akurat.
Petugas meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga sebaiknya merujuk pada keterangan resmi pemerintah untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga Minggu malam, tim terus memantau aktivitas Gunung Marapi secara intensif dan mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan. (nr*)









