Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Uji Coba Segera Berjalan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tabung CNG (Compressed Natural Gas) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

Tabung CNG (Compressed Natural Gas) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

Jakarta, jentik.id – Pemerintah mulai menyiapkan tabung CNG (Compressed Natural Gas) 3 kilogram sebagai alternatif LPG 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga. Melalui program ini, pemerintah ingin mengurangi impor LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini menyusun peta jalan transisi dari LPG subsidi ke CNG. Jika program ini berjalan sesuai rencana, Indonesia berpeluang menjadi negara pertama yang menggunakan tabung CNG ukuran 3 kg untuk memasak di rumah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan pemerintah terus mengkaji aspek teknis, keselamatan, dan distribusi agar program berjalan optimal.

Menurutnya, inovasi tersebut memang menghadirkan berbagai tantangan. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis karena langkah ini dapat memperkuat sektor energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Tabung CNG Gunakan Teknologi Tipe 4

Pemerintah memilih tabung CNG berbahan serat fiber atau Tipe 4 untuk mendukung program tersebut. Teknologi ini menawarkan bobot yang lebih ringan, daya tahan tinggi terhadap tekanan gas, ketahanan terhadap korosi, serta tingkat keamanan yang lebih baik.

Baca Juga :  Pengguna Kendaraan Listrik Meningkat

Sejumlah negara sudah memanfaatkan teknologi serupa untuk tabung gas berkapasitas besar. Namun, belum ada negara yang mengembangkan tabung CNG dengan ukuran setara LPG 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah Targetkan Penghematan Subsidi

Pemerintah memperkirakan konversi LPG ke CNG mampu memangkas beban subsidi energi hingga 30–40 persen. CNG memanfaatkan gas alam domestik, sedangkan Indonesia masih mengimpor jutaan ton LPG setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan ketahanan energi nasional, pengurangan impor LPG, efisiensi subsidi energi, serta perbaikan neraca perdagangan sektor energi.

Masyarakat Tidak Perlu Ganti Kompor

Pemerintah memastikan masyarakat tetap dapat menggunakan kompor yang saat ini tersedia di rumah. Tim pengembang menyesuaikan desain katup tabung CNG agar cocok dengan peralatan memasak yang sudah beredar di pasaran.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin mempermudah proses peralihan energi tanpa menambah biaya baru bagi pengguna LPG subsidi.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan ke Rp17.529, BI Bongkar Penyebab di Balik Pelemahan Ini

Uji Coba Segera Dilaksanakan

Kementerian ESDM tengah menyiapkan beberapa daerah sebagai lokasi awal uji coba penggunaan CNG 3 kg. Meski demikian, pemerintah masih menyusun detail pelaksanaan sebelum mengumumkan wilayah dan jadwal resmi.

Pada saat yang sama, pemerintah juga mempercepat penyusunan regulasi, standar keselamatan, dan sistem distribusi untuk mendukung program tersebut.

Infrastruktur Jadi Tantangan Utama

Meski menawarkan berbagai keuntungan, program CNG 3 kg masih menghadapi sejumlah tantangan. Pemerintah harus membangun infrastruktur distribusi yang memadai, menyiapkan sistem pengisian ulang tabung, meningkatkan edukasi masyarakat, serta memastikan standar keamanan terpenuhi.

Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong kesiapan industri pendukung agar pasokan tabung dan fasilitas distribusi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pemerintah akan menguji setiap aspek program secara menyeluruh sebelum menerapkannya dalam skala nasional. Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap transisi energi rumah tangga berjalan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada LPG impor. (nr*)

Berita Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.762 Triliun, BI Pastikan Masih Aman
Bahlil Siapkan Tambahan BBM Bersubsidi, Kuota 2027 Bisa Capai 19,56 Juta KL
Mahasiswa Ultimatum DPR! Tuntutan Harus Dijawab dalam 3×24 Jam
Jangan Salah Paham! Ini Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Bahas Berbagai Isu Strategis dalam Suasana Akraban
Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi
Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri
Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:24 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.762 Triliun, BI Pastikan Masih Aman

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:12 WIB

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Uji Coba Segera Berjalan

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:46 WIB

Bahlil Siapkan Tambahan BBM Bersubsidi, Kuota 2027 Bisa Capai 19,56 Juta KL

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:40 WIB

Mahasiswa Ultimatum DPR! Tuntutan Harus Dijawab dalam 3×24 Jam

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Jangan Salah Paham! Ini Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita Terbaru