Lele Mentah di Menu MBG Picu Polemik, SPPG Pamekasan Dihentikan Sementara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Badan Gizi Nasional.

Logo Badan Gizi Nasional.

Pamekasan, jentik.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Langkah ini diambil setelah muncul laporan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan lele diduga belum matang.

Laporan tersebut membuat sejumlah sekolah menolak makanan yang didistribusikan. Menindaklanjuti hal itu, BGN langsung meninjau layanan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyatakan penghentian operasional menjadi bagian dari evaluasi agar distribusi program MBG tetap berjalan lancar. Ia menilai persoalan ini telah menghambat proses penyaluran makanan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Wamensos Desak Pemda Perbarui Data, PBI JKN Harus Tepat Sasaran

Selama masa penghentian, pihak terkait memperbaiki sistem operasional, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian makanan. BGN akan membuka kembali layanan setelah seluruh tahapan evaluasi dan pembenahan selesai.

Sebelumnya, video yang menampilkan menu MBG berisi lele mentah di salah satu sekolah di Pamekasan viral di media sosial. Unggahan tersebut menarik perhatian publik dan mendorong percepatan penanganan oleh pihak berwenang.

Baca Juga :  Kejagung Tunggu Keputusan BGN soal Motor Listrik MBG untuk Guru Honorer

Ahli gizi SPPG Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele marinasi bertujuan menjaga kandungan gizi serta memperpanjang daya tahan bahan pangan. Ia menyebut proses marinasi juga membantu mempertahankan kualitas protein dalam menu tersebut.

SPPG di wilayah itu melayani sekitar 3.329 penerima manfaat. Mereka meliputi siswa berbagai jenjang pendidikan, tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pemerintah berharap evaluasi ini mampu meningkatkan standar keamanan dan mutu makanan dalam program MBG sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. (nr*)

Berita Terkait

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga Perusahaan Berstatus PMA
Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla
Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Ditolak Anggota DPR, Dinilai Berisiko
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru
Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?
Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak
Survei CELIOS Tempatkan Bahlil di Posisi Bawah, Golkar Buka Data Kinerja ESDM
Program MBG Mulai Sasar Pesantren di Pulau Jawa pada Akhir Oktober 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga Perusahaan Berstatus PMA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Rieke Dukung Prabowo Berantas Mafia Sawit dan Tindak Pelaku Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA, 70 Ribu Balita Terdampak! Kemenkes Ungkap Data Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Menkeu Suahasil Tegaskan Gaji PNS Tetap Dibayar Lewat Bank, Bagaimana Usulan Koperasi Merah Putih?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Diiming-imingi Kerja di Luar Negeri, WNI Terancam Jadi Tentara Bayaran, Imigrasi Bertindak

Berita Terbaru