Lele Mentah di Menu MBG Picu Polemik, SPPG Pamekasan Dihentikan Sementara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Badan Gizi Nasional.

Logo Badan Gizi Nasional.

Pamekasan, jentik.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Langkah ini diambil setelah muncul laporan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan lele diduga belum matang.

Laporan tersebut membuat sejumlah sekolah menolak makanan yang didistribusikan. Menindaklanjuti hal itu, BGN langsung meninjau layanan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyatakan penghentian operasional menjadi bagian dari evaluasi agar distribusi program MBG tetap berjalan lancar. Ia menilai persoalan ini telah menghambat proses penyaluran makanan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Sudaryono Bersih-Bersih BGN, 261 Pegawai Bermasalah Langsung Dipecat

Selama masa penghentian, pihak terkait memperbaiki sistem operasional, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian makanan. BGN akan membuka kembali layanan setelah seluruh tahapan evaluasi dan pembenahan selesai.

Sebelumnya, video yang menampilkan menu MBG berisi lele mentah di salah satu sekolah di Pamekasan viral di media sosial. Unggahan tersebut menarik perhatian publik dan mendorong percepatan penanganan oleh pihak berwenang.

Baca Juga :  Tak Lagi Bergantung APBN, BGN Dorong Pembangunan SPPG Lewat CSR dan Kantin Sekolah

Ahli gizi SPPG Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele marinasi bertujuan menjaga kandungan gizi serta memperpanjang daya tahan bahan pangan. Ia menyebut proses marinasi juga membantu mempertahankan kualitas protein dalam menu tersebut.

SPPG di wilayah itu melayani sekitar 3.329 penerima manfaat. Mereka meliputi siswa berbagai jenjang pendidikan, tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pemerintah berharap evaluasi ini mampu meningkatkan standar keamanan dan mutu makanan dalam program MBG sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. (nr*)

Berita Terkait

Nasib 172.323 Guru Non-ASN Dipertanyakan, DPR Diminta Beri Kepastian Sebelum 2027
Usai Kibarkan Merah Putih, Paskibraka Nasional 2026 Dapat Tawaran Lanjut ke Kemenkum
Harga Pangan Nasional 26 Agustus: Cabai Rawit Rp64.100, Telur Ayam Rp28.800 per Kg
Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
KPK Ganti Armada Tahanan, 3 Toyota Hilux Rangga Resmi Jadi Kendaraan Baru
Bahlil Beri Peringatan Keras, Desil 9-10 Diminta Tinggalkan BBM Subsidi
Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu pada 2027
Nindya Eltsani Pulang Kampung Usai Tugas Nasional, Sekda Jambi Beri Apresiasi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Nasib 172.323 Guru Non-ASN Dipertanyakan, DPR Diminta Beri Kepastian Sebelum 2027

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Usai Kibarkan Merah Putih, Paskibraka Nasional 2026 Dapat Tawaran Lanjut ke Kemenkum

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Harga Pangan Nasional 26 Agustus: Cabai Rawit Rp64.100, Telur Ayam Rp28.800 per Kg

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:24 WIB

KPK Ganti Armada Tahanan, 3 Toyota Hilux Rangga Resmi Jadi Kendaraan Baru

Berita Terbaru