Skandal Motor Listrik BGN Terbongkar, Dugaan Markup Harga dan Ketidaksesuaian Spesifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Andri Mulyono (kedua kiri), berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Andri Mulyono (kedua kiri), berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Jakarta, jentik.id-Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengungkap dugaan korupsi pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono, diduga mengatur harga dan menaikkan nilai proyek secara ilegal.

Penyidik Kejagung menyebut Andri menaikkan harga setiap unit motor listrik. Ia juga mengarahkan harga agar mendekati pagu anggaran pengadaan.

Andri juga mengatur Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Nilainya hampir sama dengan harga pengadaan, sekitar Rp 40–47 juta per unit.

Baca Juga :  Di Sumut 1.677 Kayu Glondongan Diduga Hasil Pembalakan Ilegal Ditampung di Lima Perusahaan

Total anggaran proyek mencapai Rp 1,1 triliun. Penyidik masih menghitung potensi kerugian negara dari dugaan markup tersebut.

Andri menyusun HPS secara tidak wajar. Ia membentuk skema pengadaan yang tidak kompetitif sehingga harga tidak terbentuk secara sehat di pasar.

Dalam proses tender, Andri berkomunikasi dengan pihak internal BGN sejak tahap awal perencanaan. Ia belum memiliki dealer dan bengkel aktif saat mengikuti pengadaan. Namun, ia tetap masuk dalam proyek tersebut.

Untuk memenuhi syarat, Andri bekerja sama dengan pihak lain dan mengakuisisi perusahaan lain. Ia juga berkoordinasi dengan pejabat pengadaan untuk melancarkan proses tender.

Baca Juga :  KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Langkat Syah Afandin Terkait Dugaan Suap Proyek

Penyidik menemukan motor listrik yang dikirim tidak sesuai spesifikasi. Meski pembayaran sudah 100 persen, barang yang diterima tidak memenuhi standar teknis BGN.

Sebagian motor masih tersimpan di gudang kawasan Sentul, Bogor. Penyidik tidak menyita seluruh unit karena sebagian masih dipakai untuk program MBG.

Kejagung menjerat Andri dengan pasal tindak pidana korupsi dalam KUHP. Saat ini, ia ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru