Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, jentik,id– Komisi III DPR RI melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset bersama sejumlah pakar hukum dan politik.

Dalam pembahasan tersebut, muncul harapan sekaligus kekhawatiran agar aturan mengenai perampasan aset tidak disalahgunakan sebagai instrumen kriminalisasi.

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, yang memimpin rapat, mengatakan pembahasan RUU Perampasan Aset harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspirasi dan kekhawatiran yang berkembang di masyarakat.

“Komisi III menangkap adanya harapan sekaligus kekhawatiran mendalam yang berkembang di masyarakat luas,” kata Soedeson saat
membuka rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga :  Wako Alfin Akui Belum Semua Pandangan Fraksi DPRD Dapat Dijawab

Menurut Soedeson, mekanisme perampasan aset tidak hanya dapat diterapkan dalam perkara tindak pidana korupsi. Ia menyebut sejumlah negara telah memiliki praktik serupa untuk menindak berbagai bentuk kejahatan.

“Penerapan mekanisme perampasan aset di luar korupsi pun sejatinya memiliki preseden yang berlaku di berbagai negara lain, seperti Inggris dan Amerika Serikat,” ujarnya.

Soedeson menegaskan, Komisi III DPR RI berkomitmen mengkaji RUU Perampasan Aset secara mendalam dengan melibatkan para pakar untuk memperoleh masukan yang komprehensif.

Baca Juga :  KPK Periksa Delapan Saksi Kasus Korupsi BNPB, Tujuh dari Pihak Swasta

Ia berharap proses pembahasan tersebut dapat menghasilkan regulasi yang kuat dalam upaya pemberantasan kejahatan, tetapi tetap memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

“Komisi III DPR RI tetap berkomitmen untuk terus mengkaji RUU Perampasan Aset bersama para pakar hukum untuk mendapatkan masukan.

Jangan sampai kita terjebak, nantinya RUU ini dijadikan kendaraan kriminalisasi,” tegasnya.(asy*)

Berita Terkait

KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Pemalang dan Enam Saksi Terkait Kasus Pemerasan
KPK Periksa Delapan Saksi Kasus Korupsi BNPB, Tujuh dari Pihak Swasta
Laka Lantas Truk Molen Diduga Rem Blong  Di Bekasi 6 Orang Tewas, 6 Luka-luka
Cegah Penyalahgunaan Narkoba Kapolri Larangan Polisi Gunakan Rokok Elektrik
KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:41 WIB

KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Pemalang dan Enam Saksi Terkait Kasus Pemerasan

Senin, 2 November 2026 - 17:14 WIB

KPK Periksa Delapan Saksi Kasus Korupsi BNPB, Tujuh dari Pihak Swasta

Senin, 2 November 2026 - 09:56 WIB

Laka Lantas Truk Molen Diduga Rem Blong  Di Bekasi 6 Orang Tewas, 6 Luka-luka

Senin, 2 November 2026 - 05:45 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba Kapolri Larangan Polisi Gunakan Rokok Elektrik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Berita Terbaru