17 Kepala Daerah Terjerat OTT KPK, Waka DPR RI Saan Mustopa Tinggi Biaya Politik Harus Dievaluasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waka DPR RI Saan Mustopa menilai OTT Kepala Daerah oleh KPK Fenomena dampak biaya tinggi Politik

Waka DPR RI Saan Mustopa menilai OTT Kepala Daerah oleh KPK Fenomena dampak biaya tinggi Politik

Jakarta, jentik.id – Fenomena operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan.y Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menilai kasus korupsi yang menjerat sedikitnya 17 bupati merupakan sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem politik, termasuk tingginya biaya politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Saan Mustopa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, maraknya kepala daerah yang terjerat OTT KPK harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Fenomena kepala daerah yang sudah di-OTT oleh KPK, ini yang ke-17 kalau tidak salah. Tentu ini harus menjadi evaluasi,” kata Saan.

Meski demikian, Saan menegaskan penyebab korupsi kepala daerah tidak semata-mata karena tingginya biaya politik.

Baca Juga :  Pilot Maskapai Internasional Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi, Bea Cukai Bongkar Aksi di Bandara Soetta

Dipertanyakan, integritas, kredibilitas, dan komitmen seorang kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan juga menjadi faktor yang sangat menentukan.

“Biaya yang paling mahal itu sebenarnya di bagian apa? Atau memang ini bukan soal biaya politik yang mahal, tetapi lebih kepada soal integritas, kredibilitas, dan komitmen kepala daerah untuk menahan hasrat menjadikan kekuasaan sebagai sumber rente,” ujarnya.

Saan mengingatkan agar kepala daerah tidak menjadikan jabatan sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi harus menjadi komitmen setiap pemimpin daerah.

“Jangan sampai kekuasaan yang dimiliki kepala daerah dijadikan sebagai alat untuk mencari pundi-pundi kekayaan. Kesadaran ini sangat penting. Integritas, kredibilitas, dan komitmen untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih atau clean government harus terus dijaga,” tegasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Ultimatum DPR! Tuntutan Harus Dijawab dalam 3x24 Jam

Lebih lanjut, Saan mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem politik nasional. Menurutnya, penyelenggara pemilu, partai politik, hingga pemerintah perlu bersama-sama mengkaji persoalan tingginya biaya politik yang selama ini kerap dijadikan alasan oleh kepala daerah yang terjerat korupsi.

“Jangan sampai fenomena seperti ini justru menjadi persoalan bagi sistem demokrasi ke depan. Biaya-biaya politik yang selalu dijadikan alasan kepala daerah melakukan korupsi harus mulai disisir dan dievaluasi secara serius,” pungkasnya.(asy*)

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil
Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker
Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi
Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.
Legislator PDIP Gus Falah Dukung Proses Hukum Kasus Keracunan MBG
Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Tiga Modus SPJ Fiktif, Mark-Up Hingga Pencairan Tanpa Verifikasi
Aipda Aviv Muharman Dipecat dari Polres Bungo, Kapolres Beri Peringatan Keras ke Anggota
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:26 WIB

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong

Jumat, 11 September 2026 - 11:08 WIB

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker

Rabu, 9 September 2026 - 11:47 WIB

Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi

Minggu, 6 September 2026 - 16:43 WIB

Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.

Berita Terbaru

Wako Alfin,SH hadiri Pisah sambut Pedang Pora Polres Kerinci dari AKBP Ramadhanil,SH,S.I.K.MH kepada  AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, SH, S.I.K., M.I.K.salam komando.

Sungai Penuh

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 18:22 WIB