Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Rivqy Anggota DPR RI.

Rivqy Anggota DPR RI.

Jakarta, Jentik.id- Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menindak tegas praktik mark up atau penggelembungan harga masker di tengah situasi bencana alam dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap alat pelindung kesehatan tersebut.

“Kami meminta ada tindakan tegas bagi pihak-pihak yang dengan sengaja menaikkan harga masker,” kata Rivqy dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta.

Menurut Rivqy, praktik penggelembungan harga masker sangat merugikan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perlindungan kesehatan di tengah kondisi bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ia menilai tindakan tegas dari pemerintah diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang memanfaatkan situasi darurat untuk mendapatkan keuntungan berlebihan.

Baca Juga :  Ratusan PMI Tanpa Dokumen Masuk Jalur Tikus Dideportasi dari Malaysia

“Tindakan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera agar tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat yang terdampak dan membutuhkan masker, tetapi harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Rivqy mengaku menerima informasi mengenai dugaan praktik penggelembungan harga masker berdasarkan laporan masyarakat.

Dari laporan tersebut, masker dengan jenis dan spesifikasi yang sama sebelumnya dijual dengan harga puluhan ribu rupiah. Namun, harga kemudian disebut melonjak hingga mencapai ratusan ribu rupiah.

Selain itu, ia mendapat laporan adanya pedagang di lokapasar (marketplace) yang membatalkan pesanan masker, kemudian kembali menjual barang yang sama dengan harga lebih tinggi.

“Kita ini hidup di ring of fire. Kondisi gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu dapat erupsi harus menjadi pengingat pentingnya ketersediaan barang untuk perlindungan kesehatan, termasuk masker,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen MBG di Jambi Memanas, Polda Periksa Tiga Ketua Yayasan

Menurutnya, situasi bencana semestinya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menaikkan harga kebutuhan masyarakat.

“Oleh karena itu, jangan sampai situasi seperti ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Rivqy kembali meminta Kemendag bersama jajaran pemerintah terkait turun tangan untuk mengawasi dan mengendalikan harga masker yang beredar di pasaran.

“Pemerintah harus turun tangan untuk mengendalikan harga masker yang beredar di pasaran. Jangan sampai masyarakat yang sudah terdampak bencana justru semakin terbebani akibat harga masker yang melonjak,” katanya.(asy*)

 

Berita Terkait

Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo
Tan Kian Mengaku Merasa Diperas Ferry Boboho Rp55 Miliar, Terungkap dalam Sidang Kasus TPPU
KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Pemalang dan Enam Saksi Terkait Kasus Pemerasan
KPK Periksa Delapan Saksi Kasus Korupsi BNPB, Tujuh dari Pihak Swasta
Laka Lantas Truk Molen Diduga Rem Blong  Di Bekasi 6 Orang Tewas, 6 Luka-luka
Cegah Penyalahgunaan Narkoba Kapolri Larangan Polisi Gunakan Rokok Elektrik
KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:15 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Selasa, 3 November 2026 - 05:39 WIB

Tan Kian Mengaku Merasa Diperas Ferry Boboho Rp55 Miliar, Terungkap dalam Sidang Kasus TPPU

Senin, 2 November 2026 - 22:41 WIB

KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Pemalang dan Enam Saksi Terkait Kasus Pemerasan

Senin, 2 November 2026 - 17:14 WIB

KPK Periksa Delapan Saksi Kasus Korupsi BNPB, Tujuh dari Pihak Swasta

Senin, 2 November 2026 - 09:56 WIB

Laka Lantas Truk Molen Diduga Rem Blong  Di Bekasi 6 Orang Tewas, 6 Luka-luka

Berita Terbaru