Toko Pakaian Terancam Bangkrut Kalah Saing Jualan Online.

Toko pakaian Terancam Bangkrut.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH. Jentuk.id’- Jualan online saat ini tengah digandrungi di Indonesia. Akibatnya, para pedagang konvensional terutama di industri pakaian sulit untuk mendapatkan pasar.

Harga barang yang ditawarkan di platform jual bisa jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga jual di toko konvensional.

“Kendati keberadaan Tokoh Seraba Rp 35 ribu, dudaear daerah masih belum mampu membatasi lajunya jual beli melalui Online.

“Dari data beberapa tempat Belanja Murah, pemiliknya mengakui setiap hari jumlah pembeli semangkin berkurang, sebab masyarakat lebih cenderung berbelanja melalui online sambil berselancar di media sosial, masyarakat bisa sekaligus berbelanja kebutuhannya lewat platform online.

“Menurut, tauhid Firdaus pedagan pakaian, di kota sungai penuh, harga jual pakaian yang dijajakan pada platform penjualan online itu memang cenderung lebih murah. Lewat platform penjualan online tersebut, para produsen sudah berhasil untuk memangkas rantai pasok sehingga barang bisa sampai langsung ke konsumen akhir.

Baca Juga :  Rp1,1 Triliun untuk Pegawai, Pemprov Jambi Kaji Ulang Rekrutmen CPNS 2026

“Digitalisasi sudah membuat omset pasar konvensional itu menurun, bahkan terancam bangkrut,terutama didaerah Kota Sungai Penuh bahkan Kabupaten Kerinci, karena melalui online dapat memotong rantai pasok, rantai distribusi barang, yang tadinya ada penjual sebagai trader, semua akhirnya masuk ke e-commerce atau sosial commerce. Itu yang masuk bukan hanya pedagang, tapi masuk langsung kepabriknya,” ujar Firfaus.

Terlibat langsung pabrik-pabrik atau produsen pakaian yang menjual langsung ke platform perdagangan melalui online, membuat harganya bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan yang dijajakan di toko. Mengingat pedagang toko sendiri juga mengambil margin dari hasil jualannya.

Baca Juga :  Terlibat Judi Online, 9 ASN dan PPPK Jambi Langsung Dipecat

“Memang pada akhirnya para pedagang kita yang sebagian besar barangnya bukan barang sendiri tapi barang ngambil dari pabrikan, itu akhirnya lama-kelamaan bakal bangrut dan mati dengan sendirinya tidak yang bekanja ” kata

Kondisi demikian dirasakan langsung oleh pedagang dikota SungaiPenuh, berjualan berbagai jenis pakaian Perempuan maupun laki laki.

Saat ini tingkat kunjungan masyarakat ke toko diakuinya sangat menurun drastis 75 petsen, hal itu akhirnya berdampak pada volume penjualan harian hingga pendapatan.(Red./*).

 

Berita Terkait

Blusukan ke Pasar! Wako Alfin Dengar Langsung Keluhan Pedagang Tanjung Bajure
Tiga ABK Selamat, Tim SAR Jambi Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Simbur Naik
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Pastikan Penanganan dan Evaluasi Insiden di Sungai Penuh Berjalan Sesuai Prosedur
Kebijakan Samsat Tanpa KTP Lama Viral, Akankah Diterapkan di Jambi?
3.267 Calon Haji Siap Berangkat, DPR Turun Tangan Pastikan Kesiapan Jambi
BRI Alihkan BRI-MI dan PNM-IM, Strategi Besar Perkuat Ekosistem BUMN
Kisi-Kisi Putusan 10 Terdakwa dan Fakta Sidang Korupsi 41 Pokir PJU Oknum DPRD Kerinci
Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief Buktikan Keberpihakan pada Petani, Bukan Sekadar Janji Politik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:57 WIB

Blusukan ke Pasar! Wako Alfin Dengar Langsung Keluhan Pedagang Tanjung Bajure

Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIB

Tiga ABK Selamat, Tim SAR Jambi Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Simbur Naik

Jumat, 10 April 2026 - 20:53 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Pastikan Penanganan dan Evaluasi Insiden di Sungai Penuh Berjalan Sesuai Prosedur

Jumat, 10 April 2026 - 19:38 WIB

Kebijakan Samsat Tanpa KTP Lama Viral, Akankah Diterapkan di Jambi?

Jumat, 10 April 2026 - 17:00 WIB

3.267 Calon Haji Siap Berangkat, DPR Turun Tangan Pastikan Kesiapan Jambi

Berita Terbaru