JAKARTA, jentik.id – Tempe yang selama ini dikenal sebagai makanan sederhana kini menarik perhatian sebagai superfood karena kandungan gizinya yang tinggi. Sejumlah riset menunjukkan tempe mampu menjaga kesehatan otak, terutama pada lansia.
Penelitian menunjukkan konsumsi tempe berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, khususnya memori. Lansia yang rutin mengonsumsi tempe memiliki performa memori lebih baik dibandingkan yang jarang mengonsumsinya.
Studi lain juga mencatat peningkatan skor kognitif setelah konsumsi tempe dalam periode tertentu. Temuan ini menunjukkan tempe membantu meningkatkan fungsi otak, meski efeknya masih bersifat jangka pendek.
Kandungan Gizi Dukung Kesehatan Otak
Tempe mengandung protein tinggi, vitamin, dan senyawa bioaktif hasil fermentasi. Dalam 100 gram tempe, terdapat sekitar 18–20 gram protein serta nutrisi penting seperti folat dan vitamin B12.
Proses fermentasi meningkatkan kualitas nutrisi dan memudahkan tubuh menyerapnya. Tempe juga mengandung isoflavon, antioksidan yang melindungi sel saraf dan mendukung fungsi memori.
Selain itu, mikroorganisme dalam tempe menjaga kesehatan usus yang berperan dalam hubungan usus dan otak (gut-brain axis).
Potensi Terkait Pencegahan Alzheimer
Peneliti juga menyoroti potensi tempe dalam menekan risiko Alzheimer. Sejumlah studi menunjukkan tempe dapat memengaruhi gen yang berperan dalam pembentukan plak di otak.
Tempe membantu menjaga kadar neurotransmiter penting untuk memori serta memberikan efek antioksidan dan antiinflamasi.
Namun, para ahli menilai hasil ini masih membutuhkan penelitian lanjutan pada manusia. Karena itu, masyarakat perlu mengonsumsi tempe sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai solusi tunggal.
Secara keseluruhan, tempe memiliki potensi besar sebagai makanan bergizi yang mendukung kesehatan otak dan tetap terjangkau bagi masyarakat. (nr*)









