Kerinci, jentik.id–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,22 miliar untuk membangun sektor industri pariwisata melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) pada 2026.
Pemkab Kerinci mencatat total anggaran mencapai Rp 2.227.901.750. Disparbud membagi anggaran tersebut ke dalam 108 paket kegiatan. Dinas ini mengarahkan salah satu alokasi terbesar ke program penelitian potensi pariwisata dengan nilai sekitar Rp 200 juta.
Disparbud memanfaatkan anggaran tersebut untuk berbagai kegiatan. Dinas ini memperbaiki ikon huruf timbul di objek wisata unggulan seperti Danau Kerinci dan Air Terjun Telun Berasap. Selain itu, dinas menyewa peralatan studio untuk mendukung pelaksanaan event dan festival daerah.
Pengamat pariwisata, Syamsu, menilai Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Ia melihat kekuatan itu dari wisata alam, budaya, hingga wisata buatan.
Menurut Syamsu, pemerintah daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika mereka mengelola potensi tersebut secara optimal dan berkelanjutan.
Ia juga menilai sektor swasta memberi dukungan yang cukup baik. Pelaku usaha transportasi, restoran, dan perhotelan ikut menopang sektor pariwisata, meskipun sebagian berada di wilayah Kota Sungai Penuh.
Namun, Syamsu meminta Pemkab Kerinci dan DPRD Kerinci memberi perhatian lebih pada pengembangan sarana dan daya tarik wisata. Ia menilai langkah itu penting untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Syamsu juga menyoroti kurangnya keseriusan Pemkab Kerinci dan DPRD dalam memprioritaskan sektor ini. Ia menilai pemerintah belum menunjukkan keberpihakan penuh pada pengembangan pariwisata.
Ia mencontohkan tingginya kunjungan wisatawan lokal saat momen tertentu, seperti libur Idul Fitri. Pada periode itu, ratusan wisatawan mengunjungi berbagai objek wisata di Kerinci.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Kerinci. Ia mendorong pemerintah untuk membenahi objek wisata agar memiliki daya tarik yang lebih kuat. (Red/*)









