Kenduri Sko Koto Baru Hidupkan Kembali Tradisi Leluhur, Wali Kota Alfin Beri Apresiasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara kenduri sko desa koto baru, 19/4/2026. (Ft: Istimewa)

Acara kenduri sko desa koto baru, 19/4/2026. (Ft: Istimewa)

Koto Baru, jentik.id–Masyarakat Desa Koto Baru kembali menggelar tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio Tap secara khidmat pada Minggu, 19 April 2026.

Masyarakat Sembilan Luhah menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Wali Kota Alfin Apresiasi Pelestarian Adat

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat adat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi sakral ini.

Menurut Alfin, Kenduri Sko bukan sekadar seremoni. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas budaya yang harus masyarakat rawat dan wariskan kepada generasi berikutnya.

Alfin menegaskan bahwa adat merupakan akar budaya yang tidak akan pernah lapuk dimakan usia. Ia juga menilai kegiatan ini mampu memperkuat jati diri masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Baca Juga :  Sopir Ekspedisi di Kerinci Dibekuk, Sabu Ternyata Dikendalikan dari Dalam Lapas

Ia menambahkan, pemerintah terus menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal melalui kehadiran dalam kegiatan adat seperti ini.

Dukungan Pemerintah Perkuat Semangat Masyarakat

Kenduri Sko kali ini menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga unsur pemerintah daerah. Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh beserta jajaran memberi semangat besar bagi masyarakat adat.

Masyarakat Sembilan Luhah pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran tersebut.

Mereka menilai dukungan pemerintah memberi energi positif dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat di wilayah Ulayat Depati Duo Nenek.

Peran Lembaga Adat dan Evaluasi Pelaksanaan

Ketua Adat Tadzi juga menyampaikan apresiasi serupa. Ia menyebut dukungan, dedikasi, dan berbagai masukan dari pemerintah sangat membantu kelancaran pelaksanaan acara. Kerja sama tersebut membuat masyarakat berhasil menyelenggarakan Kenduri Sko dengan baik meski sempat lama vakum.

Baca Juga :  Wako Alfin Terima WTP ke-14, Sungai Penuh Kembali Tunjukkan Kinerja Keuangan yang Transparan

Meski demikian, panitia tetap membuka diri terhadap berbagai kekurangan selama pelaksanaan. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf apabila penyambutan maupun pelayanan belum maksimal.

Panitia menyadari bahwa masyarakat masih beradaptasi karena sudah lama tidak menggelar Kenduri Sko.

Komitmen Melestarikan Adat dan Budaya

Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi makna kebersamaan. Masyarakat tetap menjadikan pelestarian adat sebagai tujuan utama. Mereka berkomitmen menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sebagai penegasan, masyarakat adat kembali mengingatkan filosofi hidup mereka, yaitu “Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah.” Prinsip ini menjadi pedoman utama dalam menjaga keseimbangan antara adat, agama, dan kehidupan sosial masyarakat. ***

Berita Terkait

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci
35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Kursi Menkeu Purbaya di serahkan pada Suahsil.

Ekonomi

Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:28 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB