Iran, jentik.id-Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah insiden penyerangan kapal dagang Iran di Teluk Oman.
Insiden itu terjadi pada Minggu malam saat kapal kontainer Iran, Tousak, berlayar dari Tiongkok menuju Bandar Abbas. Pasukan militer AS menghentikan kapal tersebut dan memicu reaksi keras dari Teheran.
Pihak Iran menilai aksi itu sebagai pembajakan. Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan segera menyiapkan langkah balasan.
Menurut keterangan resmi Iran, serangan itu merusak sistem navigasi kapal. Selain itu, pasukan marinir AS juga naik ke atas kapal selama operasi berlangsung.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa mereka menghentikan kapal karena tidak mematuhi peringatan selama beberapa jam. Pihak AS juga mengklaim telah melumpuhkan ruang mesin kapal untuk menghentikan pergerakannya.
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Sebagai respons, Iran langsung melancarkan serangan drone ke sejumlah kapal militer AS di sekitar lokasi kejadian.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa langkah itu merupakan balasan atas tindakan agresif Amerika Serikat.
“Iran tidak akan membiarkan serangan terhadap kapal dagangnya tanpa respons,” tegas pemerintah Iran.
Selat Hormuz Kembali Memanas
Insiden ini terjadi di Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan distribusi minyak dunia.
Ketegangan di wilayah ini terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Amerika Serikat bahkan sempat mengancam akan membatasi pergerakan kapal menuju pelabuhan Iran.
Namun, Iran menegaskan bahwa mereka tetap menguasai jalur tersebut dan siap mempertahankan kepentingannya.
Dampak Global Mulai Dikhawatirkan
Peristiwa ini semakin memperkeruh situasi geopolitik di Teluk Persia, salah satu kawasan paling sensitif di dunia.
Pengamat menilai eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat berpotensi mengganggu stabilitas energi global karena kawasan ini memegang peran penting dalam distribusi minyak.
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu, ketegangan kedua negara kemungkinan akan terus meningkat dalam waktu dekat. (nr*)









