Iran Gunakan Seluruh Kemampuan untuk Pertahankan Keamanan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thaheran, jentik.id–Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya siap menggunakan seluruh kemampuan untuk mempertahankan kepentingan nasional dan keamanan di tengah meningkatnya ancaman dari Amerika Serikat (AS).

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, Araghchi menyebut ancaman AS terhadap pelabuhan, wilayah pesisir, dan kapal Iran sebagai bukti bahwa Washington tidak serius menempuh jalur diplomasi.

Ia menilai tekanan militer dan retorika keras justru memperburuk situasi kawasan. Iran, kata dia, tetap membuka ruang dialog, namun tidak akan mengorbankan kedaulatan negara.

Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan dan Gencatan Senjata

Media pemerintah Press TV melaporkan bahwa Araghchi menuding AS berulang kali melanggar kesepahaman dalam satu tahun terakhir.

Ia menyoroti dugaan agresi militer AS saat proses negosiasi pada Maret dan Juni 2025. Ia juga menilai AS melanggar gencatan senjata yang dimediasi Pakistan.

Baca Juga :  Polisi Malaysia Tangkap 9 Perampok Emas, 2 di Antaranya WNI

“Ini adalah tanda jelas dari niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi,” ujar Araghchi.

Ia kembali menegaskan sikap tegas Iran.
“Iran akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menjaga kepentingan negara dan keamanan nasional,” tegasnya.

Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan ini menunjukkan Iran ingin memperkuat posisi tawar dalam negosiasi sekaligus memberi sinyal tegas kepada lawan.

AS Siapkan Perundingan Baru dengan Iran di Pakistan

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Wakil Presiden AS, J. D. Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan mengunjungi Pakistan untuk melanjutkan perundingan dengan Iran.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan kepada Fox News bahwa pertemuan akan berlangsung pada Selasa (21/4) di Islamabad dan kemungkinan berlanjut hingga Rabu (22/4).

Langkah ini menunjukkan kedua pihak masih mempertahankan jalur diplomasi meski ketegangan meningkat. Pakistan berperan sebagai mediator untuk meredakan konflik dan mendorong kesepakatan baru.

Baca Juga :  Pentagon Akan Tarik Pasukannya di Jerman

Konflik Ganggu Jalur Energi di Selat Hormuz

Konflik antara AS, Israel, dan Iran terus memanas sejak akhir Februari. Ketegangan ini mengganggu jalur pengiriman energi global melalui Selat Hormuz.

Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi distribusi minyak dunia karena Selat Hormuz menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi internasional.

Sejumlah analis energi memperkirakan gangguan di kawasan ini dapat mendorong kenaikan harga minyak global. Negara-negara pengimpor energi juga mulai mewaspadai dampak lanjutan terhadap stabilitas ekonomi.

Jika konflik terus berlanjut, pasar energi global berpotensi mengalami tekanan lebih besar. Karena itu, banyak pihak mendorong semua negara yang terlibat untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. (Red/*)

Berita Terkait

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan
MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China

Berita Terbaru