Merangin, jentik.id-Hujan deras di Kabupaten Merangin, Jambi, memicu banjir di Kecamatan Tiang Pumpung, Minggu (26/4/2026). Luapan Sungai Batang Tembesi merendam ratusan rumah warga dan merusak fasilitas umum, termasuk jembatan gantung yang kini putus.
Banjir paling parah terjadi di Desa Rantau Limau Manis dan Desa Baru Sungai Sakai. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam (25/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, debit air sungai naik hingga 2 meter dari bantaran.
Kapolsek Muara Siau, Iptu Agung Heru, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Kodim 0420 Sarko setelah menerima laporan warga.
Di Desa Rantau Limau Manis, banjir merendam 277 rumah warga. Sebanyak 12 rumah lainnya tetap aman. Lima rumah rusak berat dan tiga rumah rusak sedang.
Di Desa Baru Sungai Sakai, banjir merendam 132 rumah warga. Tiga rumah rusak berat. Pagar SD dan bangunan PAUD juga rusak akibat derasnya arus air.
Banjir juga merusak jembatan gantung di Desa Rantau Limau Kapas. Warga tidak bisa lagi melewati jembatan itu dengan kendaraan bermotor.
Kondisi ini menghambat aktivitas warga karena jembatan tersebut menjadi jalur penting sehari-hari.
Meski banjir cukup besar, seluruh warga berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.
Iptu Agung Heru menjelaskan hujan lebat di wilayah Jangkat, Jangkat Timur, dan Lembah Masurai memicu banjir bandang. Hal itu membuat debit Sungai Batang Tembesi naik tiba-tiba.
Polisi meminta warga di bantaran sungai untuk sementara tidak kembali ke rumah jika kondisi masih berisiko.
Warga juga diminta mengungsi ke rumah keluarga atau tempat yang lebih aman karena curah hujan masih tinggi dan banjir susulan masih bisa terjadi.
Banjir di Kecamatan Tiang Pumpung membuktikan cuaca ekstrem masih menjadi ancaman serius.
Sebanyak 409 rumah terdampak, rumah rusak, fasilitas umum rusak, dan jembatan gantung putus. Kerugian ini membutuhkan penanganan cepat dari semua pihak. (nr*)









