Alarm Bahaya Karhutla! 73 Desa di Muaro Jambi Terancam, Kumpeh Terbanyak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petugas padamkan karhutla di wilayah Provinsi Jambi. Sebanyak 73 desa dan kelurahan di Muaro Jambi terpetakan rawan karhutla dengan sebaran terbanyak di Kecamatan Kumpeh.

Ilustrasi petugas padamkan karhutla di wilayah Provinsi Jambi. Sebanyak 73 desa dan kelurahan di Muaro Jambi terpetakan rawan karhutla dengan sebaran terbanyak di Kecamatan Kumpeh.

Muaro jambi, jentik.id-Sebanyak 73 desa dan kelurahan di Kabupaten Muaro Jambi masuk dalam zona merah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data ini berasal dari hasil pemetaan terbaru yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi wilayah rawan di delapan kecamatan.

Baca Juga :  Takut Kehabisan Solar Saat Hari Kerja, Sopir Truk di Padang Rela Antre Sejak Minggu Pagi

“Saat ini kami memetakan daerah rawan karhutla, dan totalnya mencapai 73 desa dan kelurahan,” ujar Anari.

Ia menjelaskan, tingkat kerawanan tidak merata di setiap kecamatan. Kecamatan Kumpeh menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 16 desa dan satu kelurahan. Sementara itu, Kecamatan Mestong mencatat jumlah paling sedikit, dengan enam desa.

Meski jumlahnya berbeda, Anari menegaskan bahwa seluruh wilayah tetap memiliki potensi kebakaran. Risiko tersebut akan meningkat saat musim kemarau dan kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Erupsi Lagi! Gunung Marapi Semburkan Aktivitas Sore Hari

“Bukan berarti yang jumlahnya sedikit itu aman. Semua wilayah tetap berisiko, apalagi saat musim kering,” tegasnya.

BPBD Muaro Jambi menggunakan data ini sebagai dasar untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla di wilayah rawan. (nr*)

Berita Terkait

Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
11 Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa Tahap II 2026
RSUD Mayjen H.A. Thalib Hadirkan Layanan CT-Scan untuk Masyarakat
Bahas Masa Depan ASN, Wawako Azhar Hamzah Ikuti Rakor Se-Provinsi Jambi
Polres Merangin Tindak PETI di DAS Merangin, Polisi Sita Dua Ekskavator
Jelang Rampung, Wali Kota Alfin Cek Pembangunan Pasar Sungai Penuh yang Ditargetkan Selesai Oktober
Kapolres Kerinci Diganti, AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Dipercaya Pimpin Polres Kerinci
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:57 WIB

Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Jumat, 4 September 2026 - 17:23 WIB

11 Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa Tahap II 2026

Jumat, 4 September 2026 - 13:18 WIB

Bahas Masa Depan ASN, Wawako Azhar Hamzah Ikuti Rakor Se-Provinsi Jambi

Rabu, 2 September 2026 - 21:52 WIB

Polres Merangin Tindak PETI di DAS Merangin, Polisi Sita Dua Ekskavator

Berita Terbaru

Ilustrasi – Belasan Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa. (Foto: AI)

Daerah

11 Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa Tahap II 2026

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:23 WIB