Muaro jambi, jentik.id-Sebanyak 73 desa dan kelurahan di Kabupaten Muaro Jambi masuk dalam zona merah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data ini berasal dari hasil pemetaan terbaru yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi wilayah rawan di delapan kecamatan.
“Saat ini kami memetakan daerah rawan karhutla, dan totalnya mencapai 73 desa dan kelurahan,” ujar Anari.
Ia menjelaskan, tingkat kerawanan tidak merata di setiap kecamatan. Kecamatan Kumpeh menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 16 desa dan satu kelurahan. Sementara itu, Kecamatan Mestong mencatat jumlah paling sedikit, dengan enam desa.
Meski jumlahnya berbeda, Anari menegaskan bahwa seluruh wilayah tetap memiliki potensi kebakaran. Risiko tersebut akan meningkat saat musim kemarau dan kondisi cuaca ekstrem.
“Bukan berarti yang jumlahnya sedikit itu aman. Semua wilayah tetap berisiko, apalagi saat musim kering,” tegasnya.
BPBD Muaro Jambi menggunakan data ini sebagai dasar untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla di wilayah rawan. (nr*)









