Lagi, Anak 5 Tahun Tewas di Tambak Udang Padang Pariaman, WALHI Minta Penutupan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kawasan muara di wilayah pesisir yang memperlihatkan keberadaan tambak udang berdekatan dengan ekosistem muara dan kawasan lindung, diduga memicu pencemaran akibat limbah tambak beberapa waktu lalu. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi merusak lingkungan pesisir serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam di wilayah tersebut. 


Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Lagi, Bocah 5 Tahun Tewas di Tambak Udang Padang Pariaman, Walhi Sumbar Desak Audit dan Penutupan, https://padang.tribunnews.com/sumatera-barat/173312/lagi-bocah-5-tahun-tewas-di-tambak-udang-padang-pariaman-walhi-sumbar-desak-audit-dan-penutupan.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi

Kondisi kawasan muara di wilayah pesisir yang memperlihatkan keberadaan tambak udang berdekatan dengan ekosistem muara dan kawasan lindung, diduga memicu pencemaran akibat limbah tambak beberapa waktu lalu. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi merusak lingkungan pesisir serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam di wilayah tersebut. Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Lagi, Bocah 5 Tahun Tewas di Tambak Udang Padang Pariaman, Walhi Sumbar Desak Audit dan Penutupan, https://padang.tribunnews.com/sumatera-barat/173312/lagi-bocah-5-tahun-tewas-di-tambak-udang-padang-pariaman-walhi-sumbar-desak-audit-dan-penutupan. Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi

Pariaman, jentik.id-Seorang anak berusia 5 tahun tewas setelah tenggelam di kolam tambak udang di wilayah Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (24/4/2026). Peristiwa ini memicu kecaman dari WALHI Sumatera Barat.

WALHI Sumbar mendesak pemerintah segera mengaudit dan menutup tambak yang bermasalah.

Direktur Eksekutif WALHI Sumbar, Tommy Adam, menegaskan kejadian itu bukan kasus pertama. Menurutnya, insiden serupa sudah berulang dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini bukan insiden tunggal. Ini bukti adanya pembiaran terhadap tambak udang yang membahayakan masyarakat,” ujar Tommy, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, pada 17 Desember 2024, dua anak berusia 8 dan 12 tahun juga meninggal setelah tenggelam di kolam tambak di Padang Pariaman.

Selain itu, pada 2022, dua pekerja tambak di Tiku, Kabupaten Agam, meninggal karena tersengat listrik saat bekerja.

Baca Juga :  Realisasi PAD Kota Padang Triwulan I 2026 Lampaui Target

Menurut Tommy, kejadian ini menunjukkan tambak udang di pesisir Sumatera Barat sudah menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak.

Ia menilai banyak tambak beroperasi secara ilegal karena melanggar aturan tata ruang. Beberapa tambak juga berdiri di kawasan sempadan pantai yang harus dilindungi.

“Sebagian besar tambak ini tidak memiliki izin lengkap dan tidak memiliki instalasi pengolahan limbah, tetapi tetap beroperasi,” katanya.

WALHI juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah. Padahal, lokasi tambak berada dekat jalan nasional dan jalan provinsi.

Menurutnya, pemerintah sudah lama mengetahui persoalan ini, tetapi tidak melakukan penertiban secara serius.

Bahkan, beberapa tambak yang terbengkalai tanpa pengamanan justru menjadi perangkap maut bagi warga.

Baca Juga :  Syarif Fasha Turun Langsung, Awasi Pasokan BBM Jelang Idulfitri 1447 H

Dari sisi lingkungan, tambak udang juga memicu pencemaran pesisir. Hasil uji kualitas air tahun 2021 menunjukkan beberapa parameter melebihi batas aman.

Parameter itu meliputi BOD, nitrat, nitrit, fosfat, amonia, dan tingkat kekeruhan.

Tommy menegaskan kondisi ini membuktikan bahwa tambak udang tidak hanya membahayakan warga, tetapi juga merusak lingkungan pesisir.

Karena itu, WALHI Sumbar bersama PBHI Sumbar dan LBH Padang mendesak pemerintah segera menutup tambak ilegal dan mengaudit seluruh izin serta standar keselamatan.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Tommy. (nr*)

Berita Terkait

Porum Bulog Bangun Gudang Beras Kapasitas 100 Ton di Kerinci
Gratis dan Modern! Ini Rute Bus Listrik Trans Bahagia Jambi dari Alam Barajo ke Rawasari
Bulog Teken Hibah Infrastruktur Pascapanen MOU Kab  Kerinci Dan Kab  Merangin
Duka Mendalam, Korban Asal Jambi dalam Kecelakaan KRL Bekasi Berhasil Diidentifikasi
Air Bersih Sulit, Jembatan Nyaris Putus! Beginilah Kondisi Warga Pascabanjir Merangin
Kemendagri Tegor Pemda Tidak Turun ke Pasar, Jangan Sekadar Hadir Rapat Inflasi
Wawako Azhar Tancap Gas di Forum Nasional ASWAKADA, Fokus Bangun Daerah
Wako Alfin Bergerak Cepat, Infrastruktur dan Mutu Pendidikan Sungai Penuh Jadi Prioritas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 22:20 WIB

Porum Bulog Bangun Gudang Beras Kapasitas 100 Ton di Kerinci

Rabu, 29 April 2026 - 15:00 WIB

Gratis dan Modern! Ini Rute Bus Listrik Trans Bahagia Jambi dari Alam Barajo ke Rawasari

Rabu, 29 April 2026 - 14:59 WIB

Bulog Teken Hibah Infrastruktur Pascapanen MOU Kab  Kerinci Dan Kab  Merangin

Rabu, 29 April 2026 - 11:00 WIB

Duka Mendalam, Korban Asal Jambi dalam Kecelakaan KRL Bekasi Berhasil Diidentifikasi

Rabu, 29 April 2026 - 10:00 WIB

Air Bersih Sulit, Jembatan Nyaris Putus! Beginilah Kondisi Warga Pascabanjir Merangin

Berita Terbaru