Wabah Demam Babi Landa Jepang, 3.000 Ekor Babi Dimusnahkan di Shizuoka

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepang mencegah peluran dan penyebaran wabah demam babi telah musnahkan sekitar 3000 ekor babi, yang terkena penyakit

Jepang mencegah peluran dan penyebaran wabah demam babi telah musnahkan sekitar 3000 ekor babi, yang terkena penyakit

Jepang, jentik.id–Pemerintah Jepang kembali menghadapi wabah demam babi klasik pada 2026. Otoritas setempat langsung memusnahkan sekitar 3.000 ekor babi di sebuah peternakan di Kota Fujinomiya, Prefektur Shizuoka, guna mencegah penyebaran virus semakin meluas.

Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menyebut kasus tersebut menjadi wabah demam babi klasik keempat yang muncul di Jepang sepanjang 2026.

Kasus itu terungkap setelah pengelola peternakan melaporkan kematian sejumlah anak babi pada Senin (4/5). Petugas inspeksi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil uji memastikan hewan-hewan itu terinfeksi demam babi klasik.

Baca Juga :  Komitmen Presiden Prabowo Subianto Segera Perbaiki Seluruh Puskesmas di Indonesia

Pemerintah Jepang segera menjalankan langkah darurat dengan memusnahkan seluruh babi di peternakan terdampak. Petugas lalu membakar dan mengubur bangkai hewan sesuai prosedur pengendalian penyakit menular pada ternak.

Selain itu, pemerintah mengerahkan tim investigasi epidemiologi untuk melacak sumber penyebaran virus. Petugas juga memperketat pengawasan di area peternakan melalui penyemprotan disinfektan dan pemasangan penghalang guna mencegah masuknya hewan liar pembawa virus.

Baca Juga :  Terbukti Ilmiah! Tempe Bantu Jaga Fungsi Otak hingga Cegah Alzheimer

Wabah tersebut memicu kekhawatiran di kalangan peternak karena dapat mengganggu produksi dan distribusi daging babi di Jepang.

Meski begitu, otoritas kesehatan menegaskan demam babi klasik tidak menular kepada manusia. Mereka juga memastikan produk daging tetap aman dikonsumsi selama masyarakat mengolahnya dengan benar.(asy*)

Berita Terkait

Pilih Konsumsi Cerdas Berkaitan Dengan Risiko Diabetes, Stroke, Jantung Dan Gagal Ginjal
Siapapun Penjabat Direktur RSUD MH Thalib, Bila Rotasi Menyeluruh Pegawai Terabaikan Potensi Gangguan Pelayanan Bakal Terulang
Banjir dan Tikus Picu Risiko Hantavirus, Kemenkes Beri Peringatan Keras
Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi
Waspada, Sakit Kepala Berulang Kini Banyak Dialami Anak Muda Produktif
Komitmen Presiden Prabowo Subianto Segera Perbaiki Seluruh Puskesmas di Indonesia
Usulan Bupati Monadi Dikabulkan Menkes RI Kabupaten Kerinci Segera Miliki RSUD Tipe C
Mencegah Penyebaran Penyakit Hewan Jelang Idul Adha Petugas Karantina Dan UPTD Meperketat Pintun Masuk Keluar Ternak.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:34 WIB

Pilih Konsumsi Cerdas Berkaitan Dengan Risiko Diabetes, Stroke, Jantung Dan Gagal Ginjal

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:19 WIB

Siapapun Penjabat Direktur RSUD MH Thalib, Bila Rotasi Menyeluruh Pegawai Terabaikan Potensi Gangguan Pelayanan Bakal Terulang

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:17 WIB

Banjir dan Tikus Picu Risiko Hantavirus, Kemenkes Beri Peringatan Keras

Senin, 11 Mei 2026 - 20:01 WIB

Jakarta Temukan 4 Kasus Hantavirus, Satu Pasien Kini Jalani Isolasi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Waspada, Sakit Kepala Berulang Kini Banyak Dialami Anak Muda Produktif

Berita Terbaru