Jambi,jentik.id — Pemulihan layanan digital menjadi fokus utama manajemen baru Bank 9 Jambi pasca insiden gangguan keamanan siber yang sempat menghambat aktivitas transaksi nasabah di sejumlah layanan perbankan.
Gangguan yang mencuat beberapa bulan lalu tidak hanya menimbulkan kerugian finansial hingga miliaran rupiah, tetapi juga berdampak terhadap operasional layanan mobile banking dan ATM milik bank daerah tersebut.
Kondisi itu mendorong dilakukannya perombakan manajemen di tubuh Bank Jambi guna mempercepat pemulihan sistem serta meningkatkan keamanan layanan digital perbankan.
Komisaris Utama Bank Jambi yang baru dilantik, Sudirman, menegaskan bahwa pengaktifan kembali layanan mobile banking menjadi prioritas utama karena sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendukung aktivitas transaksi sehari-hari.
Menurutnya, gangguan layanan digital tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan nasabah yang selama ini telah terbiasa melakukan transaksi secara praktis melalui aplikasi mobile banking.
“Sejak dipercaya sebagai komisaris, hal paling mendesak yang harus dibenahi adalah mengaktifkan kembali layanan mobile banking. Nasabah sebelumnya sudah menikmati kemudahan transaksi digital, namun sementara waktu mengalami kendala akibat gangguan yang terjadi,” ujar Sudirman.
Ia menjelaskan, saat ini Bank Jambi masih menunggu hasil audit forensik terkait insiden keamanan siber yang dilakukan secara menyeluruh.
Audit tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab utama gangguan sekaligus memastikan sistem keamanan digital bank benar-benar aman sebelum layanan kembali dioperasikan.
Dewan Komisaris juga meminta agar proses audit forensik dapat segera diselesaikan sehingga pemulihan layanan digital bisa dilakukan secepat mungkin.
“Mudah-mudahan hasil audit forensik dapat diterima dalam bulan Mei ini, sehingga mobile banking juga bisa kembali beroperasi pada bulan yang sama,” katanya.
Terkait dugaan adanya keterlibatan pihak internal maupun eksternal dalam insiden tersebut, Sudirman menegaskan pihaknya belum ingin berspekulasi sebelum hasil audit resmi diterbitkan.
Menurut dia, seluruh kemungkinan masih terbuka dan akan terjawab setelah investigasi forensik selesai dilakukan.
“Kita belum bisa menyimpulkan apa pun. Semua akan terlihat dari hasil audit forensik nanti, apakah faktor penyebabnya berasal dari internal atau eksternal,” tegasnya.
Saat ini, manajemen Bank Jambi terus melakukan penguatan sistem keamanan digital serta pemulihan infrastruktur layanan agar operasional perbankan dapat kembali berjalan normal dan memberikan rasa aman bagi seluruh nasabah.
Selain itu, Bank Jambi juga memastikan akan meningkatkan sistem keamanan teknologi informasi guna mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.(asy*)









