Garuda Indonesia Reshuffle Manajemen, Fokus Percepat Pemulihan Bisnis

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Jakarta, jentik.id-PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengubah susunan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung Rabu (13/5).

Pemegang 384,2 miliar lembar saham atau 94,39 persen dari total kepemilikan saham menghadiri rapat tersebut. Dalam forum itu, para pemegang saham membahas sejumlah agenda terkait kinerja perusahaan sepanjang 2025.

RUPST menetapkan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service dan menunjuk Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris.

Selain itu, Garuda Indonesia memberhentikan Eksitarino Irianto dari posisi Direktur Human Capital & Corporate Service. Perusahaan juga mengakhiri jabatan Frans Dicky Tamara sebagai Komisaris yang sebelumnya ia emban sejak 15 Oktober 2025.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga membahas laporan tahunan tahun buku 2025, laporan keuangan konsolidasian, laporan pengawasan dewan komisaris, hingga laporan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).

Baca Juga :  Harga Kentang Tembus Rp10 Ribu per Kilogram di Pasar Tradisional Terbesar Kota Sungai Penuh

Pemegang saham turut menunjuk akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 serta membahas rencana kerja perusahaan hingga 2030.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Garuda Indonesia Group mencatat kenaikan pendapatan usaha konsolidasian sebesar 5,36 persen menjadi USD 762,35 juta dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan penerbangan berjadwal menjadi penyumbang terbesar setelah tumbuh 7,36 persen menjadi USD 648,10 juta.

Garuda Indonesia juga menekan rugi bersih sekitar 45,2 persen menjadi USD 41,62 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menilai capaian kuartal I 2026 menunjukkan perkembangan positif dalam penguatan bisnis dan operasional perusahaan.

Baca Juga :  Limbah Kayu di Tangan Kreatif Bernilai Ekonomi

Menurut Glenny, Garuda Indonesia kini fokus meningkatkan kualitas operasional, disiplin biaya, layanan penerbangan, penguatan jaringan rute, serta transformasi digital secara berkelanjutan.

Ia berharap susunan manajemen baru mampu mempercepat pemulihan bisnis Garuda Indonesia agar semakin kompetitif sebagai maskapai nasional.

Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro

Direksi

  • Direktur Utama: Glenny Kairupan
  • Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills (nr*)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City
Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah
Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun
India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.
Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?
PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital
Harga Ponsel Unggulan Diprediksi Tembus Rp25 Juta pada Akhir 2026
Rupiah Kian Tertekan! Geopolitik Memanas dan Subsidi Energi Jadi Pemic
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:04 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:44 WIB

Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah

Senin, 1 Juni 2026 - 07:18 WIB

Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:21 WIB

India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:48 WIB

Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?

Berita Terbaru