Bisnis,jentik.id– Harga ponsel pintar kelas unggulan diperkirakan bakal semakin mahal dan bisa menembus Rp25 juta lebih menjelang akhir 2026. Kenaikan harga itu dipicu lonjakan biaya komponen memori yang kini membebani produsen smartphone global.
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, mengungkapkan harga ponsel flagship di pasar China berpotensi melampaui 10.000 yuan atau setara lebih dari Rp25 juta.
Sebagai gambaran, Xiaomi 17 Ultra yang diluncurkan pada Desember 2025 dengan harga mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp18 juta diproyeksikan mengalami kenaikan hingga Rp7 juta lebih.
Menurut laporan Gizmochina, Sabtu (16/5), Lu Weibing menyebut kenaikan harga memori menjadi penyebab utama melonjaknya biaya produksi ponsel premium. Ia mengatakan harga perangkat terbaru Xiaomi, termasuk Xiaomi 17 Max, masih dalam tahap pembahasan karena harga komponen terus berubah.
“Kenaikan biaya memori membuat produsen sulit menekan harga jual,” ujarnya dalam siaran langsung terbaru.
Ia menjelaskan pembangunan pabrik memori baru membutuhkan waktu bertahun-tahun, sementara permintaan perangkat keras berperforma tinggi terus meningkat. Kondisi tersebut membuat tekanan harga diperkirakan masih berlangsung hingga 2027 bahkan 2028.
Tidak hanya Xiaomi, sejumlah merek besar asal China seperti OPPO, Vivo, dan Honor juga menghadapi tekanan serupa akibat mahalnya harga komponen.
Meski demikian, Lu Weibing menegaskan Xiaomi tetap berupaya menjaga keseimbangan antara harga dan kualitas agar konsumen tetap mendapatkan nilai terbaik.
Jika harga smartphone flagship benar-benar menembus 10.000 yuan pada paruh kedua 2026, kondisi itu dapat menjadi perubahan besar dalam strategi harga agresif yang selama ini menjadi daya tarik utama ponsel merek China di pasar global.(asy*)









