PADANG, jentik.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak yang menghambat pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Ia menilai proyek itu sangat penting untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik.
Andre meminta kontraktor pelaksana, Hutama Karya (HK), melaporkan berbagai hambatan yang muncul selama proses pembangunan kepada kepolisian.
Menurut Andre, Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek strategis bagi masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, ia mengajak semua pihak mendukung percepatan pembangunan dan tidak mengganggu pekerjaan di lapangan.
Andre menegaskan pemerintah harus menyikapi setiap upaya penghambatan secara serius. Ia khawatir tindakan tersebut dapat menghambat proyek infrastruktur lain yang akan dibangun di Sumatera Barat.
Ia juga meminta Hutama Karya mengawal pembangunan secara maksimal. Bahkan, Andre mendesak manajemen perusahaan segera mengevaluasi perwakilan di lapangan jika mereka tidak mampu menyelesaikan persoalan yang menghambat pekerjaan.
Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi kebutuhan mendesak karena jalur Sitinjau Lauik sering mengalami kemacetan dan kecelakaan. Flyover tersebut dapat meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar arus lalu lintas.
Selain itu, Andre menyoroti aksi penolakan yang kembali muncul terkait lahan proyek. Ia mengaku menerima informasi bahwa kelompok yang melakukan penolakan belum memiliki dasar kepemilikan lahan yang jelas.
Karena itu, Andre meminta Polda Sumatera Barat dan Polresta Padang mendukung penuh pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Ia juga mendorong aparat menegakkan hukum terhadap pihak yang menghambat proyek tersebut.
Andre menegaskan pembangunan infrastruktur harus berjalan sesuai rencana agar Sumatera Barat dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas transportasi masyarakat. (nr*)









