Dari Aksi Jalanan ke Istana, Cerita Mahasiswa Bertemu Wapres Gibran

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertemu demonstran dari kalangan mahasiswa di Istana Wakil Presiden Jakarta, Senin (15/6) (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertemu demonstran dari kalangan mahasiswa di Istana Wakil Presiden Jakarta, Senin (15/6) (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Jakarta, jentik.id–Sebanyak 15 mahasiswa dari berbagai kampus menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). Pertemuan itu berlangsung di sela aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Monas.

Koordinator aksi sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, ikut mewakili mahasiswa dalam dialog tersebut.

Berawal dari Negosiasi Saat Aksi

Abdi menjelaskan bahwa mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Saat aksi berlangsung, massa berusaha mendekati kawasan Istana dan meminta perwakilan pemerintah menemui mereka. Namun, aparat keamanan tetap menutup akses menuju lokasi.

Di tengah negosiasi dengan polisi, mahasiswa memperoleh informasi bahwa Wakil Presiden Gibran bersedia menerima perwakilan demonstran untuk berdialog.

“Lalu pihak Wapres merespons keinginan kami,” kata Abdi, Selasa (16/6/2026).

Sekitar pukul 17.20 WIB, Abdi bersama 14 mahasiswa lainnya berjalan menuju Istana Wakil Presiden. Setelah menjalani pemeriksaan keamanan, mereka masuk ke area Istana dan bertemu langsung dengan Gibran.

Baca Juga :  Terungkap! Ketua Ombudsman Terseret Kasus Korupsi Nikel

Gibran Catat Aspirasi dan Kritik Mahasiswa

Gibran menyambut para mahasiswa dan mengajak mereka berdiskusi dalam suasana santai.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan kritik, keresahan, serta berbagai tuntutan terkait kondisi nasional. Gibran kemudian mencatat sejumlah poin yang mereka sampaikan.

“Wapres mencatat berbagai kritik dan masukan untuk evaluasi pembangunan Indonesia ke depan,” ujar Abdi.

Gibran juga mengapresiasi sikap kritis mahasiswa. Menurutnya, pemerintah membutuhkan masukan untuk memperbaiki berbagai program yang masih memiliki kekurangan.

“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi dan memberikan saran,” kata Gibran.

Mahasiswa Ajukan Memorandum

Dalam pertemuan itu, mahasiswa meminta Gibran menandatangani memorandum sebagai bukti penerimaan aspirasi.

Namun, pihak Istana Wakil Presiden memilih tidak menandatangani dokumen tersebut. Pemerintah menganggap dialog langsung sudah cukup untuk menerima dan mendengar tuntutan mahasiswa.

Gibran menegaskan bahwa pemerintah akan menjadikan seluruh masukan sebagai bahan evaluasi dan akan meneruskannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Sahroni Desak Vape Dilarang Total, Soroti Dugaan Kamuflase Narkoba

Gibran Jamu Mahasiswa dengan Teh

Abdi juga menceritakan suasana pertemuan yang berlangsung tertutup. Gibran menjamu para mahasiswa dengan teh dan makanan ringan.

Mahasiswa menerima jamuan teh sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah. Namun, mereka menolak ajakan makan bersama yang ditawarkan dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, Gibran mengajak mahasiswa melaksanakan salat berjamaah. Sejumlah mahasiswa kemudian mengikuti ajakan tersebut sebelum meninggalkan Istana.

Mahasiswa Beri Ultimatum 5×24 Jam

Setelah pertemuan berakhir, mahasiswa memberi waktu 5×24 jam kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan yang mereka sampaikan.

Abdi menegaskan mahasiswa akan kembali menggelar konsolidasi dan aksi lanjutan jika pemerintah tidak memberikan respons dalam batas waktu tersebut.

“Jika ultimatum 5×24 jam tidak terpenuhi, kami akan menggelar konsolidasi dan aksi jilid kedua secara lebih masif,” tegasnya. (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru