Ondel-Ondel, Boneka Raksasa Khas Betawi Serat Nilai Sejarah Dan Filsofi, Pesan Kehidupan.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ondel-ondel bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan simbol jati diri masyarakat Betawi yang sarat dengan nilai sejarah, filosofi, dan pesan kehidupan.

Ondel-ondel bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan simbol jati diri masyarakat Betawi yang sarat dengan nilai sejarah, filosofi, dan pesan kehidupan.

Jakarta, Jentik.id – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern dan pesatnya perkembangan ibu kota, masyarakat Betawi tetap teguh mempertahankan identitas budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.” Tidak lelang Karena panas dan Tidak Lupuk karena Hujan”

Salah satu warisan seni budaya yang hingga kini masih lestari adalah ondel-ondel, boneka raksasa khas Betawi yang telah menjadi ikon budaya Jakarta.

Ondel-ondel bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan simbol jati diri masyarakat Betawi yang sarat dengan nilai sejarah, filosofi, dan pesan kehidupan.

Keberadaannya menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap mampu bertahan di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

Ondel-ondel merupakan boneka raksasa setinggi sekitar 2,5 hingga 3 meter yang dimainkan oleh seseorang dari dalam kerangkanya.

Kesenian ini diyakini telah ada sejak masa pra-Islam dan pada awalnya memiliki fungsi sakral sebagai penolak bala, pengusir roh jahat, serta pelindung masyarakat dari berbagai marabahaya, termasuk wabah penyakit yang melanda perkampungan.

Baca Juga :  Anggaran Pariwisata Kerinci 2026 Rp 2,2 Miliar Disorot

Pada masa lalu, ondel-ondel juga dikenal dengan sebutan Barongan dan erat kaitannya dengan unsur ritual serta kepercayaan masyarakat Betawi.

Dalam setiap pertunjukannya, ondel-ondel selalu ditampilkan secara berpasangan. Tokoh laki-laki memiliki wajah berwarna merah yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan semangat juang.

Sementara itu, tokoh perempuan berwajah putih yang melambangkan kesucian, kelembutan, dan kebaikan.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat Betawi menciptakan ondel-ondel sebagai simbol penjaga yang dipercaya mampu menangkal gangguan serta melindungi warga dari berbagai ancaman dan marabahaya.

Selain itu, di bagian kepala ondel-ondel terdapat hiasan berwarna-warni yang disebut kembang kelapa. Ornamen tersebut memiliki makna filosofis berupa harapan, kemakmuran, dan kehidupan yang terus tumbuh serta berkembang.

Seiring berjalannya waktu, tampilan ondel-ondel mengalami perubahan. Jika dahulu wajahnya dibuat terkesan sangar dan bertaring untuk memperkuat unsur perlindungan, kini penampilannya dibuat lebih ramah dan bersahabat agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Thailand Perketat Skrining Wisatawan Asal Amerika Selatan untuk Cegah Penyebaran Hantavirus

Meski mengalami penyesuaian bentuk, makna yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan, yakni sebagai simbol pelindung dan identitas budaya masyarakat Betawi.

Saat ini, ondel-ondel telah berkembang menjadi salah satu ikon budaya Jakarta yang kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari festival budaya, perayaan hari besar, penyambutan tamu kehormatan, hingga acara pemerintahan.

Di sejumlah kawasan ibu kota, masyarakat juga masih dapat menjumpai ondel-ondel yang berkeliling dengan diiringi musik khas Betawi, sebagai upaya menjaga eksistensi sekaligus memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi muda.

Di tengah perubahan zaman, ondel-ondel bukan hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga pengingat bahwa identitas suatu daerah harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Bagi masyarakat Betawi, ondel-ondel adalah simbol kebanggaan yang merepresentasikan sejarah, nilai kehidupan, dan semangat menjaga akar budaya betawi atau Jakarta.(asy*).

Berita Terkait

Danau Rawa Pening Dilirik Investor Dalam Negeri untuk Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Air Unggulan Jateng
Minggu Pagi yang Menghidupkan Muaro Bungo
Thailand Perketat Skrining Wisatawan Asal Amerika Selatan untuk Cegah Penyebaran Hantavirus
Anggaran Pariwisata Kerinci 2026 Rp 2,2 Miliar Disorot
Wali Kota Yogyakarta Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Dialihkan untuk Program Pro Rakyat
Kontribusi Sektor Wisata Kabupaten Bandung Tembus Rp 31,6 M Dimusim Libur
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:52 WIB

Danau Rawa Pening Dilirik Investor Dalam Negeri untuk Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Air Unggulan Jateng

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ondel-Ondel, Boneka Raksasa Khas Betawi Serat Nilai Sejarah Dan Filsofi, Pesan Kehidupan.

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:43 WIB

Minggu Pagi yang Menghidupkan Muaro Bungo

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:10 WIB

Thailand Perketat Skrining Wisatawan Asal Amerika Selatan untuk Cegah Penyebaran Hantavirus

Minggu, 19 April 2026 - 15:12 WIB

Anggaran Pariwisata Kerinci 2026 Rp 2,2 Miliar Disorot

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB