Harga Kentang di Tingkat Petani Kayu Aro Turun Menjadi Rp7.500 per Kilogram

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amrul Petani Kenrang Plempek kecamatan Gunung Tujuh Kayu Aro berharap harga kentang dapat kembali stabil sehingga petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.

Amrul Petani Kenrang Plempek kecamatan Gunung Tujuh Kayu Aro berharap harga kentang dapat kembali stabil sehingga petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.

Kerinci, jentik.id – Harga kentang di tingkat petani di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Harga komoditas hortikultura tersebut turun sekitar Rp1.500 per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp9.000 hingga Rp9.500 menjadi Rp7.500 per kilogram.

Kondisi ini dikeluhkan para petani karena dinilai semakin mempersempit margin keuntungan dan berpotensi tidak mampu menutupi biaya operasional produksi.

Amrul, petani asal Desa Plempek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, mengatakan penurunan harga mulai terjadi sejak dua pekan terakhir.

“Sebelumnya harga kentang berada di kisaran Rp9.000 sampai Rp9.500 per kilogram. Namun sekarang turun menjadi Rp7.500 per kilogram,” ujarnya.
Menurut Amrul, salah satu penyebab penurunan harga diduga karena masuknya pasokan kentang dari Pulau Jawa yang terjadi secara bersamaan dengan masa panen petani di Kerinci.

Baca Juga :  Harga Ponsel Unggulan Diprediksi Tembus Rp25 Juta pada Akhir 2026

Meski demikian, ia menduga terdapat permainan harga di tingkat pengepul. Sebab, setiap kali musim panen tiba,pengepul kerap menyampaikan bahwa harga mengalami penurunan, sementara harga di pasar tujuan pengiriman masih relatif stabil.

“Di pasar besar tempat pengiriman, harganya belum turun. Karena itu kami menduga ada permainan harga dari pengepul,” katanya.

Selain persoalan harga, para petani juga dihadapkan pada ancaman serangan penyakit tanaman kentang. Gejala yang mulai muncul antara lain daun mengering dan membusuk yang diduga dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem.

Amrul berharap harga kentang dapat kembali stabil sehingga petani tetap memperoleh keuntungan yang layak. Ia juga mengkhawatirkan dampak cuaca panas berkepanjangan yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen pada musim berikutnya.

Baca Juga :  Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Program Swasembada Pangan

“Kami berharap harga kembali stabil. Namun, pengaruh cuaca panas yang berkepanjangan dikhawatirkan akan menyulitkan petani untuk meningkatkan produksi kentang secara maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kerinci menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi turunnya harga kentang.

Menurutnya, saat ini petani memasuki masa panen musim kedua. Kondisi cuaca yang cukup baik pada masa tanam sebelumnya menyebabkan produksi meningkat sehingga pasokan di pasar melimpah.

Meski demikian, pihaknya menilai faktor cuaca ekstrem tetap menjadi variabel yang perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi produksi dan pergerakan harga ke depan.

“Kami memperkirakan harga kentang akan kembali mengalami kenaikan seiring berkurangnya pasokan dan pengaruh kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya,” ujarnya.(asy*).

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi
Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:11 WIB

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon

Senin, 20 Juli 2026 - 14:43 WIB

Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Berita Terbaru

Foto: dok Istimewa

Nasional

21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:12 WIB

Foto: Pedagang ikan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kesehatan

Waspada Ikan Berformalin, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:54 WIB

Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri rapat umum di Teheran, Iran, 31 Mei 2019. (via REUTERS/Hamid Forootan)

Internasional

Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:38 WIB