Menkes Sebut Program Vaksin dan Imunisasi Butuh Anggaran Rp44,49 Triliun hingga 2029

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes RI Raker dengan Komisi IX DPR Ri

Menkes RI Raker dengan Komisi IX DPR Ri

Jakarta, jentik.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kebutuhan anggaran sebesar Rp44,49 triliun untuk mendukung program vaksin dan imunisasi nasional selama periode 2025-2029.

Kebutuhan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dalam paparannya, Budi mengakui masih banyak masyarakat yang ragu atau bahkan menolak vaksinasi.

Keraguan tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kekhawatiran terhadap efek samping, keamanan, efektivitas, hingga persoalan kehalalan kandungan vaksin.

Menurutnya, pemerintah akan memperkuat strategi edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kepercayaan terhadap program imunisasi nasional.

“Yang paling penting, Kementerian Kesehatan ingin memastikan dalam dua tahun ke depan penyediaan infrastruktur layanan imunisasi dapat diselesaikan,” ujar Budi dalam rapat tersebut.

Baca Juga :  Alfin Hasil Musda VI PPNI Kota Sungai Penuh Perkuat Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan

Ia menjelaskan, strategi nasional imunisasi akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penyediaan infrastruktur layanan, penguatan sistem penyediaan vaksin, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Pada aspek kedua, Kementerian Kesehatan akan mengawal seluruh siklus penyediaan vaksin, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga proses pemberian vaksin kepada masyarakat.

“Kemudian strategi yang kedua, bahwa siklus penyediaan vaksin mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, dan penyampaiannya harus terus dikawal setiap tahun,” kata Budi.

Ia juga menyoroti meningkatnya kelompok masyarakat yang bersikap anti-vaksin. Karena itu, pemerintah akan memperkuat strategi komunikasi dan edukasi publik.

“Yang ketiga dan sangat penting adalah edukasi. Dulu jumlah masyarakat yang anti-vaksin tidak terlalu banyak, tetapi sekarang semakin meningkat. Karena itu, strategi edukasi harus dilakukan lebih serius,” ujarnya.

Baca Juga :  Manfaat Makan Telur Setiap Hari: Rahasia Kolin untuk Otak, Mental, dan Tulang yang Lebih Kuat

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga memaparkan kebutuhan pendanaan program vaksin dan imunisasi nasional hingga 2029 yang mencapai Rp44,49 triliun.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi kesenjangan anggaran (gap) dalam pemenuhannya.

Untuk tahun 2026 saja, Kementerian Kesehatan masih mengalami kekurangan anggaran sekitar Rp1 triliun akibat penyesuaian dan pemotongan anggaran yang terjadi sebelumnya.

“Kebutuhannya mencapai Rp44 triliun lebih hingga 2029. Untuk tahun 2026 sendiri, masih ada kekurangan sekitar Rp1 triliun karena sebelumnya ada pemotongan anggaran,” jelas Budi.

Sementara itu, hingga rapat kerja berakhir, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, belum menyampaikan kesimpulan maupun keputusan resmi terkait pembahasan anggaran program vaksin dan imunisasi yang diajukan Kementerian Kesehatan.(asy*).

Berita Terkait

Wali Kota Akfin  Soroti Puskesmas Tanah Kampung Paling kumuh Kadiskes Jangan Duduk Belakang Meja Saja.
Pembangunan RSUD Kerinci Tipe C Senilai Rp137,9 Miliar Penyerahan Lahan Resmi Mulai
Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi
Tak Cuma Bikin Lelah, Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu Stroke Ringan
Dinkes Kerinci Jemput Bola Usulan DAK 2027 untuk Dukung Operasional RSUD Tipe C Kerinci
Generasi Muda Ketagihan Kopi, Benarkah Sudah Terjebak Ketergantungan Kafein?
Bupati Monadi Bersyukur Pembngunan RSUD Kerinci Terwujud  Minta Persiapan Peralatan dan SDM Segera Dimatangkan
RSUD Kerinci Segera Dibangun, PT PP Urban Menangi Tender Rp137,5 Miliar Berkat Perjuangan Gigih Bupati Kerinci.
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:45 WIB

Wali Kota Akfin  Soroti Puskesmas Tanah Kampung Paling kumuh Kadiskes Jangan Duduk Belakang Meja Saja.

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:13 WIB

Menkes Sebut Program Vaksin dan Imunisasi Butuh Anggaran Rp44,49 Triliun hingga 2029

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:55 WIB

Pembangunan RSUD Kerinci Tipe C Senilai Rp137,9 Miliar Penyerahan Lahan Resmi Mulai

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:28 WIB

Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:48 WIB

Tak Cuma Bikin Lelah, Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu Stroke Ringan

Berita Terbaru