Tak Cuma Bikin Lelah, Kurang Tidur Ternyata Bisa Picu Stroke Ringan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi begadang. Begadang bukan cuma bikin lelah?bisa juga merusak otak, terutama pada kaum terpelajar. (Freepik)

Ilustrasi begadang. Begadang bukan cuma bikin lelah?bisa juga merusak otak, terutama pada kaum terpelajar. (Freepik)

JAKARTA, jentik.id – Banyak orang menganggap kurang tidur sebagai hal biasa. Padahal, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA).

Dokter spesialis neurologi Chandana R. Gowda menjelaskan bahwa kurang tidur dalam waktu lama dapat mengganggu sistem tubuh. Kondisi ini memicu peningkatan hormon stres, tekanan darah tidak stabil, peradangan, dan gangguan metabolisme.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko TIA hingga stroke.

TIA terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhambat sementara. Gejalanya meliputi mati rasa pada satu sisi tubuh, kelemahan, gangguan bicara, penglihatan kabur, atau kebingungan.

Baca Juga :  SPPG Tak Penuhi Standar Akan Ditutup, Sudaryono, Wartawan dan Masyarakat Dipersilakan Mengawasi

Meski gejalanya sering hilang dalam waktu singkat, dokter meminta masyarakat tidak mengabaikannya karena TIA dapat menjadi tanda awal stroke.

Selain itu, kurang tidur juga berkaitan dengan hipertensi, obesitas, dan diabetes. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama stroke dan penyakit jantung.

Kebiasaan begadang juga dapat memicu pola hidup tidak sehat. Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kafein, kurang bergerak, serta memilih makanan tinggi gula dan lemak.

Baca Juga :  Peran Ibu Rumah Tangga Penjaga Kesehatan Anggota Keluarga

Gowda juga menyoroti fenomena revenge bedtime procrastination, yaitu kebiasaan menunda tidur demi bermain ponsel, membuka media sosial, atau menonton video.

Untuk mengurangi risiko, dokter menyarankan masyarakat tidur cukup, rutin berolahraga, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, membatasi kafein pada malam hari, serta memeriksa tekanan darah dan kolesterol secara berkala. (nr*)

Berita Terkait

SPPG Tak Penuhi Standar Akan Ditutup, Sudaryono, Wartawan dan Masyarakat Dipersilakan Mengawasi
Pemkot Sungai Penuh Perkuat Program Sanitasi Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Menuju Kota Adipura 2028
Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh
Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia
Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli
Anak Kejang? Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut, Begini Pertolongan Pertama yang Tepat
Ujung Tombak Pelayanan Dasar Kesehatan Dinilai Masih Jauh dari Harapan, Peran Kadinkes Disorot
Wali Kota Alfin  Soroti Puskesmas Tanah Kampung Paling kumuh Kadiskes Jangan Duduk Belakang Meja Saja
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:23 WIB

SPPG Tak Penuhi Standar Akan Ditutup, Sudaryono, Wartawan dan Masyarakat Dipersilakan Mengawasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:22 WIB

Pemkot Sungai Penuh Perkuat Program Sanitasi Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Menuju Kota Adipura 2028

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:18 WIB

Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:03 WIB

Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli

Berita Terbaru