Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Sudewa,keberadaan pusat finansial internasional dinilai belum menjadi kebutuhan yang mendesak di IKN

Menkeu Purbaya Sudewa,keberadaan pusat finansial internasional dinilai belum menjadi kebutuhan yang mendesak di IKN

Jakarta, jentik.id – Rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kondisi IKN yang masih relatif sepi menjadi salah satu pertimbangan utama.

Pernyataan tersebut tidak dibantah oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Namun, Basuki menegaskan bahwa kebijakan terkait pembangunan PFII merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Saya nggak tahu itu, itu dari beliau, dari Pemerintah Pusat,” kata Basuki saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Meski demikian, Basuki menjelaskan bahwa IKN sejatinya telah memiliki kawasan yang diproyeksikan sebagai pusat keuangan.

Saat ini, kawasan tersebut mulai diisi oleh sejumlah perbankan nasional.

Baca Juga :  Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

“Yang sementara ini Himbara sudah ada di sana. Enam bank juga akan mulai membangun tahun ini, yakni BTN, BNI, BRI, Mandiri, BCA, dan Bankaltimtara,” ujarnya.

Basuki menambahkan, kawasan Nusantara Financial Center telah disiapkan sebagai distrik bisnis dan keuangan di IKN.

Lokasinya berada di Wilayah Pengembangan Kedua yang mencakup sekitar 252.000 hektare, sementara kawasan pusat keuangannya dirancang menempati sekitar 260 hektare di dalam area bisnis dan keuangan seluas 3.000 hektare.

Sebelumnya, Basuki juga pernah menyampaikan bahwa konsep Financial Center di IKN akan mengusung kawasan bisnis modern yang serupa dengan Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta.

Baca Juga :  Sekwan DPRD Kerinci Bersama Staf Pantau Harga Kebutuhan Bahan Pokok Juga Bebelanja Di Pasar Harian Senin Siulak

Di sisi lain, Purbaya mengungkapkan bahwa pembangunan PFII di IKN kemungkinan belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Menurutnya, aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk di kawasan ibu kota baru tersebut masih belum memadai untuk mendukung operasional pusat keuangan internasional.

“Sampai sekarang saya belum tahu. (IKN?) Mungkin nggak, terlalu sepi di IKN,” ujar Purbaya beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tingkat aktivitas ekonomi, jumlah penduduk, serta kesiapan ekosistem bisnis sebelum memutuskan lokasi pembangunan PFII.

Dengan kondisi saat ini, keberadaan pusat finansial internasional dinilai belum menjadi kebutuhan yang mendesak di IKN.(asy*).

Berita Terkait

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun
Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau
Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret
Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Berita ini 28 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:01 WIB

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat

Senin, 7 September 2026 - 20:30 WIB

Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 10:14 WIB

Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau

Rabu, 2 September 2026 - 15:38 WIB

Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB