Tebo, jentik.id – Pemerintah Kabupaten Tebo menyampaikan dampak pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp306 miliar kepada Komisi V DPR RI.
Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja anggota Komisi V DPR RI, H. Bakri. Pertemuan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo pada Senin (27/04/2026).
Agus menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran berdampak besar pada program pembangunan. Ia menyoroti sektor infrastruktur yang paling terdampak.
Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan infrastruktur yang baik. Infrastruktur tersebut penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam pertemuan itu, Agus juga memaparkan kondisi fiskal daerah. Ia menyebut kondisi tersebut sedang tertekan. Tekanan muncul akibat pemangkasan APBD dan pengurangan Dana Desa (DD).
Agus menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mencari solusi. Salah satunya melalui skema pembiayaan kreatif. Ia menyebut rencana pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai salah satu opsi.
Namun, langkah tersebut belum mampu menutup seluruh kebutuhan pembangunan. Keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.
Selain itu, Agus menyoroti persoalan kewenangan jalan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar jalan utama berstatus jalan provinsi dan nasional.
Kondisi ini membuat pemerintah kabupaten tidak bisa memperbaiki jalan menggunakan APBD. Agus menilai hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami butuh intervensi dari pemerintah pusat dan provinsi. Hampir semua jalan utama bukan kewenangan kami. Akibatnya, kami tidak bisa menganggarkan perbaikan,” jelas Agus.
Agus berharap kunjungan kerja Komisi V DPR RI membawa solusi nyata. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat.
“Kami ingin kunjungan ini tidak hanya seremonial. Kami butuh solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” tutupnya. (asy*)









