Avtur Langka, Vietnam Airlines Terpaksa Batalkan Puluhan Penerbangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Vietnam Airlines. Foto: Shutterstock

Ilustrasi Vietnam Airlines. Foto: Shutterstock

Vietnam, jentik.id-Dampak konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai menekan industri penerbangan Asia. Vietnam Airlines mengambil langkah efisiensi dengan memangkas operasional penerbangan.

Mulai 1 April 2026, maskapai ini akan menutup tujuh rute domestik dan membatalkan sekitar 23 penerbangan setiap pekan.

Otoritas penerbangan sipil Vietnam, Civil Aviation Authority of Vietnam, menyebut langkah ini bertujuan menghemat konsumsi avtur yang semakin terbatas.

Vietnam Airlines sangat bergantung pada impor bahan bakar. Kondisi ini membuat maskapai harus menyesuaikan operasional agar tetap berjalan.

Maskapai akan memprioritaskan rute penting yang mendukung konektivitas nasional, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Terlibat Haji Ilegal, 4 WNI Diciduk Polisi Makkah di Lokasi Berbeda

Pengurangan penerbangan menyasar beberapa rute domestik, seperti dari Hai Phong ke Buon Ma Thuot, Cam Ranh, Phu Quoc, dan Can Tho. Selain itu, rute dari Ho Chi Minh City ke Van Don, Rach Gia, dan Dien Bien juga terdampak.

Sebelumnya, CAAV telah memperingatkan potensi pengurangan penerbangan akibat gangguan pasokan avtur. China dan Thailand menghentikan ekspor avtur karena konflik di Iran.

Sejumlah maskapai di Vietnam juga bersiap menerapkan biaya tambahan bahan bakar untuk rute internasional mulai April.

Baca Juga :  Tel Aviv Luluh Lantak di Rudal Iran

Dampak krisis ini juga dirasakan maskapai Cebu Airlines. Mereka berencana mengurangi jumlah penerbangan karena lonjakan harga bahan bakar.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. bahkan mengingatkan potensi gangguan besar pada penerbangan Filipina, terutama untuk rute jarak jauh.

Beberapa negara menolak mengisi bahan bakar pesawat Filipina demi menjaga pasokan domestik. Akibatnya, maskapai harus membawa bahan bakar sendiri untuk perjalanan pulang-pergi.

Krisis avtur ini menunjukkan bagaimana konflik global dapat berdampak langsung pada sektor transportasi dan mobilitas di kawasan Asia. (nr*)

Berita Terkait

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan
Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan
MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara
Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman
Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Sekolah Hancur akibat Konflik, 700.000 Anak di Gaza Terancam Kehilangan Masa Depan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Pemerintah Buka Penyelidikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:57 WIB

MUI Desak Konser Dibatalkan, Andrea Bocelli Akhirnya Angkat Bicara

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Bukan Cuma Rudal Balistik! Intip Deretan Senjata Canggih Milik Houthi Yaman

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Berita Terbaru

Peserta Talkshow Lingkungan diselenggarakan Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA) Ft: Dok: BSSA

Sungai Penuh

Saatnya Pemuda Bergerak Selamatkan Bumi

Senin, 2 Nov 2026 - 09:27 WIB