Kerinci, jentik.id-Banjir kembali melanda Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, pada Rabu malam (22/4/2026). Kondisi ini mengganggu akses warga, terutama saat malam hari dan menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini memang sering mengalami banjir, terutama saat hujan deras mengguyur lereng Gunung Kerinci.
Banjir terbaru tergolong cukup parah. Air datang tiba-tiba dari arah perbukitan sambil membawa batu, lumpur, dan kayu. Material tersebut merendam rumah warga serta menutup akses jalan utama.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama banjir di wilayah ini. Dalam waktu singkat, volume air meningkat drastis dan langsung mengalir dari lereng Gunung Kerinci ke daerah yang lebih rendah, termasuk permukiman warga di Desa Tangkil.
Kondisi drainase yang belum maksimal juga memperburuk keadaan. Air hujan tidak mengalir dengan baik dan langsung masuk ke rumah warga karena sistem pengendalian air masih terbatas.
Berkurangnya tutupan hutan di kawasan Gunung Kerinci diduga menjadi faktor besar yang memperparah banjir. Pembukaan lahan untuk perkebunan dan aktivitas lain membuat tanah kehilangan daya serap air.
Sejumlah banjir bandang sebelumnya juga berkaitan dengan aktivitas penebangan liar di kawasan hutan. Saat hutan masih lebat, akar pohon mampu menyerap air dan menahan tanah. Namun ketika kawasan mulai gundul, air hujan langsung turun deras ke bawah dan membawa material berbahaya.
Warga diminta tetap waspada karena cuaca masih tidak menentu dan potensi banjir susulan masih bisa terjadi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat melintas di kawasan tersebut. (nr)









