JAKARTA, jentik.id – Kenaikan harga solar non-subsidi mulai menekan pasar mobil bekas diesel. Model seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport ikut terdampak.
Pedagang menyesuaikan harga untuk mengikuti kondisi pasar. Daniel Libianto dari Victory 88 Autocar menyebut pasar masih berada dalam fase penyesuaian. Ia melihat harga mulai turun, meski belum signifikan.
“Penurunan masih tipis, rata-rata sekitar 5 persen,” jelasnya.
Sejumlah pedagang menahan penambahan stok mobil diesel. Mereka menunggu kepastian arah pasar setelah kenaikan BBM.
Pemilik Jordy Motor, Andi, memprediksi harga akan terus bergerak. Ia memperkirakan penurunan akan terlihat lebih jelas dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Harga Fortuner dan Pajero Sport diesel di pasaran masih bervariasi. Penjual mempertimbangkan tahun produksi, tipe, kondisi, dan kelengkapan dokumen saat menentukan harga.
Fortuner diesel 2.5 G VNT AT 2014 berada di kisaran Rp 244 juta. Varian 2.4 VRZ AT 2016 berada di sekitar Rp 335 juta. Model 2.4 VRZ TRD AT 2019 mencapai Rp 390 juta. Versi 2021 menyentuh Rp 500 juta. Tipe 2.8 GR Sport AT 2022 berada di kisaran Rp 468 juta, sedangkan model 2024 mencapai Rp 535 juta.
Pajero Sport diesel juga menunjukkan tren serupa. Varian 2.4 Dakar AT 2017 berada di kisaran Rp 348 juta. Edisi Rockford Fosgate Dakar AT 2018 mencapai Rp 390 juta. Model 2.5 Exceed AT 2022 berada di sekitar Rp 358 juta. Varian Dakar AT 2022 mencapai Rp 450 juta, tahun 2023 Rp 498 juta, dan model 2024 sekitar Rp 525 juta.
Harga mobil diesel bekas masih bergerak mengikuti perubahan harga BBM dan respons pasar. Pelaku usaha terus memantau situasi sebelum menentukan langkah berikutnya. (nr*)









