Bimtek BPD Sungai Penuh Habiskan Rp1,46 Miliar, Anggaran dan Lokasi Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimtek BPD Sungai Penuh

Bimtek BPD Sungai Penuh

SUNGAI PENUH, jentik.id – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh di Kota Jambi menuai sorotan. Besarnya anggaran, pemilihan lokasi dan jumlah peserta menjadi sejumlah persoalan yang memerlukan penjelasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, biaya kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp1,4625 miliar. Perhitungan itu mengacu pada 325 peserta dari 65 desa, dengan kontribusi Rp2,5 juta per orang kepada lembaga pelaksana serta biaya transportasi dan SPPD sebesar Rp2 juta per peserta.

Dengan demikian, total biaya diperkirakan mencapai Rp4,5 juta per peserta. Namun, angka tersebut masih memerlukan verifikasi melalui dokumen anggaran dan laporan pertanggungjawaban.

Baca Juga :  WALHI Jambi Ungkap Tambang Emas Ilegal di Tebo, 300 Alat Berat Rusak Hutan

Kontribusi Peserta Capai Rp812,5 Juta

Kontribusi Rp2,5 juta dari 325 peserta menghasilkan Rp812,5 juta. Asril disebut sebagai penanggung jawab kegiatan, sedangkan Lembaga Pelatihan Indonesia (LAPIN) bertindak sebagai penyelenggara.

Peserta disebut memperoleh fasilitas penginapan, tas, alat tulis, konsumsi dan sertifikat. Sementara itu, sejumlah peserta menyebut pelatihan inti berlangsung sekitar dua hari, meskipun agenda kegiatan berlangsung pada 23–26 September 2026.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai rincian penggunaan dana, termasuk biaya hotel, konsumsi dan honor narasumber.

Lokasi dan Jumlah Peserta Dipertanyakan

Aktivis antikorupsi Sungai Penuh, Syafri, meminta pemerintah menjelaskan alasan pemilihan Kota Jambi. Menurutnya, pelaksanaan di Sungai Penuh berpotensi menghemat biaya perjalanan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Baca Juga :  Tak Mau Molor! Wako Alfin Kawal Percepatan Pasar Sungai Penuh

Selain lokasi, muncul dugaan jumlah peserta melampaui batas maksimal empat orang sesuai Perwako. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi.

Syafri juga meminta klarifikasi terkait dugaan setoran kepada pihak tertentu yang hingga kini belum terverifikasi.

Hingga berita ini ditulis, LAPIN, Asril dan Dinas Pemdes Kota Sungai Penuh belum memberikan penjelasan resmi mengenai rincian anggaran maupun dugaan tersebut. (nr*)

Berita Terkait

Kerinci Bidik Pasar Eropa, Bupati Monadi Targetkan 1 Juta Bibit Kulit Manis
Kabut Asap Makin Tebal, Disdik Kerinci Terapkan PJJ untuk Siswa SD dan SMP
Mahasiswa Jambi Desak Bertemu Gubernur, Gerbang Kantor Pemprov Digembok
Polisi Bubarkan Paksa Unjuk Rasa Karhutla di Kantor Gubernur Jambi
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Jambi, Batik Air ke Jakarta Tertunda
Video Kendaraan Rusak Viral, Polres Kerinci Turun Cek BBM di Dua SPBU
Karhutla Kembali Muncul di Batang Hari, 2,5 Hektare Lahan Terbakar
Imigrasi Kerinci Hadirkan SINITA, Akses Informasi Izin Tinggal Kini Lebih Mudah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Kerinci Bidik Pasar Eropa, Bupati Monadi Targetkan 1 Juta Bibit Kulit Manis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kabut Asap Makin Tebal, Disdik Kerinci Terapkan PJJ untuk Siswa SD dan SMP

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Mahasiswa Jambi Desak Bertemu Gubernur, Gerbang Kantor Pemprov Digembok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Polisi Bubarkan Paksa Unjuk Rasa Karhutla di Kantor Gubernur Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Jambi, Batik Air ke Jakarta Tertunda

Berita Terbaru