Warga Resah! Harimau Sumatera Masuk Permukiman Solok, 3 Anjing Jadi Mangsa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resort Wilayah Solok segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi sejak Sabtu (18/4/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resort Wilayah Solok segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi sejak Sabtu (18/4/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

SOLOK, jentik.id – Seekor Harimau Sumatera masuk ke permukiman warga di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kehadiran satwa ini membuat warga resah dalam beberapa hari terakhir.

Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto, menyebut warga mulai melihat tanda-tanda keberadaan harimau sejak Rabu (15/4/2026). Warga menemukan jejak kaki dan mendengar suara gesekan pada malam hari.

“Warga mendengar suara harimau menggesekkan tubuhnya ke dinding rumah saat malam,” jelasnya.

Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat langsung turun ke lokasi sejak Sabtu (18/4/2026). Petugas melakukan verifikasi dan memantau situasi di lapangan.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Sampaikan Pesan Takwa di Masjid Taqwa Ngalau

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung, Mecky Aditya Eka Putra, mengonfirmasi interaksi antara harimau dan lingkungan warga. Ia menyebut tiga ekor anjing peliharaan warga menjadi korban.

Tim menemukan jejak kaki berukuran sekitar 8 sentimeter di area perladangan. Petugas memperkirakan hanya satu ekor harimau dewasa yang masuk ke kawasan tersebut.

Untuk mencegah konflik, petugas melakukan penghalauan menggunakan suara keras dan meriam karbit. Tim juga mengarahkan satwa agar kembali ke habitatnya di kawasan Suaka Margasatwa Barisan.

Baca Juga :  Pria di Padang Gasak Emas 7,5 Gram dan Uang Rp3 Juta Milik Ibunya

Petugas mengimbau warga tetap waspada. Warga diminta tidak beraktivitas sendirian, menghindari keluar saat malam, serta mengamankan ternak.

Saat ini, petugas belum menemukan tanda baru keberadaan harimau di permukiman. Tim BKSDA tetap siaga dan terus memantau situasi.

Jika muncul tanda baru, petugas akan memasang kamera jebak untuk memantau pergerakan satwa. Pemerintah nagari dan BKSDA meminta warga segera melapor jika menemukan jejak atau tanda keberadaan harimau di sekitar lingkungan. (nr*)

Berita Terkait

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra
Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas
Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos
Nagari Ramai-ramai Tolak Tol Sicincin-Bukittinggi
Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku
Fortuner Diduga Hilang Kendali, IRT Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Ditabrak di Telanaipura
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29 WIB

Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos

Berita Terbaru