JAMBI, jentik.id – TNI Angkatan Darat mengerahkan satu unit helikopter MI-17 dari Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.
Helikopter yang dikirim dari Semarang itu akan mendukung operasi pemadaman di kawasan Taman Nasional Berbak dan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam.
Pelaksana Harian Satgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan helikopter tersebut tiba di Jambi pada Sabtu (17/10/2026). Satgas menjadwalkan operasional penerbangan mulai Minggu (18/10/2026).
“ Hari ini, MI-17 (helikopter) yang dikirim dari Semarang sudah sampai di sini dan rencana besok pagi kita operasionalkan,” kata Nyamin di posko udara Kota Jambi.
Sebelum menjalankan misi, Satgas Karhutla akan menggelar rapat untuk menentukan titik pendaratan dan jumlah personel yang perlu diangkut. Tim juga menyiapkan mesin pompa, selang, serta tenda untuk mendukung operasi di lapangan.
Satgas Karhutla Jambi mengerahkan 148 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, dan Manggala Agni untuk memperkuat pemadaman di tiga lokasi.
Tim akan bertugas di Desa Rantau Rasau dan Desa Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, serta Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kedua wilayah tersebut berada di kawasan TN Berbak.
Lokasi ketiga berada di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, yang masuk kawasan Tahura Orang Kayo Hitam. Satgas merencanakan penugasan awal selama sekitar satu minggu.
Nyamin menyebut petugas masih menemukan titik api di sejumlah lokasi. Akses yang sulit dijangkau juga menghambat personel darat mencapai pusat kebakaran.
Karena itu, Satgas mengoptimalkan pemadaman melalui jalur darat dan udara, termasuk menggunakan metode water bombing atau menjatuhkan air dari helikopter.
Namun, metode tersebut menghadapi tantangan di lahan gambut. Air sering kali hanya membasahi permukaan, sedangkan bara api di lapisan bawah masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Data Satgas Karhutla Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar mencapai 4.363,86 hektare selama periode 1 Januari hingga 16 Oktober 2026.
Satgas terus menggabungkan pemadaman darat dan udara untuk menekan penyebaran api. Pengerahan helikopter MI-17 diharapkan membantu petugas menjangkau wilayah yang sulit diakses sekaligus mempercepat penanganan karhutla di Jambi. (nr*)









