Kerinci, jentik.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kerinci meningkat pada awal 2026. Dinas Kesehatan mencatat 33 kasus sepanjang Januari hingga Maret, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 26 kasus.
Dinas menilai kenaikan ini masih dalam batas terkendali. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca saat ini mendukung penyebaran penyakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kerinci, Hermizan, menjelaskan bahwa kelembaban udara memicu pertumbuhan nyamuk. Saat ini, kelembaban di Kerinci mencapai sekitar 80 persen, melampaui ambang 60 persen yang sudah cukup untuk mempercepat perkembangbiakan nyamuk.
Lingkungan yang lembap membuat Aedes aegypti berkembang lebih cepat. Curah hujan yang tinggi juga memicu munculnya genangan air di sekitar permukiman, yang kemudian menjadi tempat berkembangnya jentik.
Dinas Kesehatan terus memperluas sosialisasi dan memantau titik rawan. Petugas juga menggiatkan kampanye pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menekan penyebaran kasus.
Masyarakat perlu ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Warga bisa menerapkan gerakan 3M Plus secara rutin, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Tanpa langkah pencegahan, kasus DBD berpotensi terus meningkat seiring cuaca yang lembap. Karena itu, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten agar penyebaran penyakit tidak meluas di Kabupaten Kerinci. (nr*)









