Kemendagri Tegor Pemda Tidak Turun ke Pasar, Jangan Sekadar Hadir Rapat Inflasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta.jentik.id — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendesak dan tegor Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pejabatnya. Tidak hanya hadir dalam rapat pengendalian inflasi, tetapi juga turun langsung ke lapangan guna memastikan stabilitas harga di daerah masing-masing.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa kehadiran dalam rapat tanpa aksi nyata tidak akan berdampak signifikan terhadap pengendalian inflasi.

“Jangan hanya hadir-hadir di rapat inflasi, tetapi setelah itu tidak turun ke pasar, tidak berbuat sama sekali,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kemendagri telah menginstruksikan Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk menyurati kepala daerah yang belum mengambil langkah konkret dalam pengendalian inflasi.

Baca Juga :  Wako Alfin Bergerak Cepat, Infrastruktur dan Mutu Pendidikan Sungai Penuh Jadi Prioritas

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) periode 20–27 April 2026, tercatat sebanyak 321 pemda belum melakukan upaya apa pun selain menghadiri rapat inflasi.”tegasnya.

Sementara itu, hanya 12 daerah yang dinilai telah menjalankan enam langkah konkret secara lengkap, yakni Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Tangerang, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Boalemo, daerahlain berdiam diri.dan

Baca Juga :  39 Daerah Krisis Gaji PPPK, Mendagri Usul Dana Tambahan APBN

Hasil rapat disepakati enam langkah konkret meliputi, Pelaksanaan operasi pasar murah, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor, kerja sama dengan daerah penghasil komoditas, gerakan menanam, realisasi belanja tidak terduga (BTT), serta dukungan transportasi melalui APBD untuk memperlancar distribusi barang.

“Kami berharap pemda dapat melakukan upaya-upaya konkret, jangan sekadar hadir rapat tapi di daerah tidak berbuat,” ujar Tomsi.

“Kemungkinan sudah dilakukan kegiatan enam langkah tersebut okeh pemeritah di daerah,  tetapi dilaporkan, diagap tidak berbuat.(asy*)

Berita Terkait

Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
11 Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa Tahap II 2026
RSUD Mayjen H.A. Thalib Hadirkan Layanan CT-Scan untuk Masyarakat
Bahas Masa Depan ASN, Wawako Azhar Hamzah Ikuti Rakor Se-Provinsi Jambi
Polres Merangin Tindak PETI di DAS Merangin, Polisi Sita Dua Ekskavator
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:24 WIB

Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA

Sabtu, 5 September 2026 - 14:05 WIB

Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Jumat, 4 September 2026 - 17:23 WIB

11 Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa Tahap II 2026

Jumat, 4 September 2026 - 15:19 WIB

RSUD Mayjen H.A. Thalib Hadirkan Layanan CT-Scan untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Kondisi Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Kerinci yang menjalani perawatan di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kerinci

Bocah 9 Tahun di Kerinci Berjuang Melawan Cerebral Palsy

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:21 WIB