Kronologi Balita 14 Bulan Meninggal Usai Dirawat di RSUP M Djamil Padang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI BAYI- Balita Alceo (14 bulan) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP M Djamil Padang. Akibat peristiwa ini, keluarga melaporkan dugaan kelalaian medis yang kini tengah ditelusuri.

ILUSTRASI BAYI- Balita Alceo (14 bulan) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP M Djamil Padang. Akibat peristiwa ini, keluarga melaporkan dugaan kelalaian medis yang kini tengah ditelusuri.

Padang, jentik.id-Kasus meninggalnya balita 14 bulan, Alceo Hanan Flantika, bermula dari luka bakar akibat tersiram air panas. Tenaga medis awalnya merawat Alceo di RS Hermina Padang sebelum merujuknya ke RSUP M Djamil Padang untuk menjalani operasi debridement.

Kronologi Penanganan Alceo di RSUP M Djamil Padang

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat pada 26 Maret 2026, Alceo belum mendapatkan ruang perawatan karena keterbatasan tempat. Ia harus menunggu lebih dari 24 jam sebelum tim medis melakukan operasi pada malam 27 Maret. Setelah operasi, kondisinya sempat membaik saat dirawat di ruang HCU Bedah.

Baca Juga :  Jamaah Surau Sahabih Raso vs Mantan Calon Wakil Walikota Payakumbuh Berakhir Damai

Namun, kondisi Alceo kembali menurun pada 31 Maret dan semakin kritis pada 2 April. Tim medis kemudian memindahkannya ke ruang PICU, sebelum akhirnya Alceo meninggal dunia pada 3 April 2026.

Keluarga Soroti Dugaan Kelalaian, Audit Medis Diminta

Keluarga menilai penanganan medis terhadap Alceo tidak optimal, mulai dari keterlambatan tindakan hingga komunikasi dengan tenaga medis. Mereka meminta pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit dan mempertimbangkan langkah hukum.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Siteba Padang, Rumah Dua Lantai Ludes Dilalap Api

Kasus ini turut mendapat perhatian dari Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia yang meminta investigasi menyeluruh terhadap proses penanganan pasien. Mereka juga mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia untuk melakukan audit medis.

Sementara itu, pihak rumah sakit telah membentuk tim audit investigasi internal. Manajemen menyatakan siap menindaklanjuti temuan jika terbukti terjadi pelanggaran prosedur, serta telah melakukan mediasi dengan keluarga korban. (nr*)

Berita Terkait

Lepas 386 CJH Kota Padang, Wako Fadly Amran: “Doakan Padang Jadi Kota Maju dan Sejahtera”
Tragis! 2 Anak Tenggelam di Ulak Karang, Pencarian Dihentikan Saat Malam
Terbuka Peluang Bekerja ke Jepang
Heboh Penemuan Mayat di Batang Agam, Identitas Korban Akhirnya Terbuka
Istri Kepala Daerah se-Sumbar Bertemu di Solsel, Ini yang Mereka Bicarakan
Demi Keselamatan! KAI Sumbar Tutup Perlintasan Liar di Paulimah–Indarung
Andre Rosiade vs Mahasiswa! Ini Fakta 86% Anggaran MBG Mengalir ke Rakyat
DPRD Kota Padang Akhirnya Setujui LKPj Walikota Tahun 2025
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:40 WIB

Lepas 386 CJH Kota Padang, Wako Fadly Amran: “Doakan Padang Jadi Kota Maju dan Sejahtera”

Senin, 20 April 2026 - 14:00 WIB

Tragis! 2 Anak Tenggelam di Ulak Karang, Pencarian Dihentikan Saat Malam

Senin, 20 April 2026 - 12:00 WIB

Kronologi Balita 14 Bulan Meninggal Usai Dirawat di RSUP M Djamil Padang

Rabu, 15 April 2026 - 09:04 WIB

Terbuka Peluang Bekerja ke Jepang

Senin, 13 April 2026 - 11:00 WIB

Heboh Penemuan Mayat di Batang Agam, Identitas Korban Akhirnya Terbuka

Berita Terbaru